Rahasia Bugar Di Usia Lanjut

Selasa, 29 Juni 2010

Tahun ini jumlah penduduk usia lanjut di Indonesia melonjak empat kali lipat. Namun sayang , peningkatan tersebut tidak diimbangi dengan peningkatan kualitas hidup.
Seiring meningkatnya taraf hidup penduduk Indonesia, bertambah pula angka harapan hidup. Ini artinya bertambah pula jumlah kelompok usia lanjut. Fenomena itulah yang kini terjadi di Indonesia.

Dr Edy Rizal Wahyudi SpPD mengungkapkan pada 2009-2010 akan terjadi peningkatan jumlah kelompok usia tua. Dokter yang tergabung dalam divisi clinic geriatric di Rumah Sakit Royal Taruma Jakarta ini mengatakan ini adalah peningkatan yang besar selama 35 tahun terakhir.

Di Indonesia dalam kurun waktu 35 tahun untuk orang lanjut usia meningkat sebanyak 414%,? sebut dokter lulusan Universitas Indonesia ini.

Namun sayang, peningkatan jumlah tersebut tidak diikuti dengan peningkatan kualitas hidup. ?Semakin tua seseorang justru semakin tidak sejahtera, fisik maupun mental, berbagai macam penyakit akan bermunculan,? kata Edy.

Banyak orang beranggapan penyakit yang muncul pada usia lanjut adalah hal yang biasa.Padahal, tidak sepenuhnya anggapan tersebut benar.

Kelompok lanjut usia (lansia) juga bisa dan punya hak untuk tetap sehat. Pendapat persepsi yang salah seperti di atas berakibat pada akhirnya pengelolaan atau penyelesaian masalah penyakit yang tidak optimal. Memang tak bisa dimungkiri pada usia lanjut terjadi beberapa perubahan, antara lain perubahan komposisi jaringan, penurunan faal tubuh, penurunan kemampuan adaptasi terhadap stimulus (akut).

"Semua perubahan pada usia lanjut tersebut tidak selalu menyebabkan mereka jatuh sakit. Namun demikian,mereka menjadi lebih mudah sakit karenanya (vulnerable),? sebut Edy.

Misal seseorang berusia lanjut bisa saja bebas dari penyakit. Namun, karena penurunan berbagai faal tadi, ia menjadi lebih mudah terpapar infeksi. Dari bermacam-macam jenis penyakit yang sering pada usia lanjut ini, pengelolaannya ditujukan kepada pencegahan komplikasi.

?Merawat kelompok usia lanjut, termasuk orangtua kita atau kita sendiri yang sudah tua, harus optimal yang berarti baik dan benar,? pesannya.

Dokter Penyakit Dalam FKUIRSCM dr Suhardjono SpPD KGH mengatakan bahwa proses penuaan akan terlihat pada adanya perubahan, baik fisik maupun psikis. ?Dari fisik bisa dilihat misal pada perubahan warna rambut yang menjadi putih, dan kemunduran pada fisik seperti pemendekan diri,? papar dokter yang juga berpraktik di RS Pelni Jakarta.

Suhardjono menuturkan, semua organ akan mengalami penurunan jika tidak digunakan secara optimal. Dan penuaan akan lebih cepat terjadi jika sering atau cepat lelah. ?Oleh sebab itu, aktivitas intelektual sebaiknya sering dilakukan untuk memperbaiki memori dan membuat panjang umur atau mengurangi perubahan yang terjadi,? tutur Suhardjono.

Sementara ahli bedah plastik dari RSCM, Prof dr Chaula Lutfia SpBP (K) menuturkan, menjadi orang yang sudah memiliki usia lanjut bukan berarti tidak melupakan perawatan tubuh. ?Beberapa pasien yang sudah lanjut usia banyak juga yang masih mementingkan estetika dengan melakukan operasi plastik, dan hal itu wajar saja terjadi dengan tujuan ingin awet muda,? ucapnya.

Dokter spesialis kulit dr Tuti Moertolo SpKK menjelaskan, penyebab utama terjadinya penuaan adalah adanya radikal bebas. Namun, memang kita tidak mungkin menghindar dari radikal bebas. Karena radikal bebas merupakan produk tambahan yang tidak dapat dihindari dari kehidupan sehari-hari. Sel memerlukan oksigen untuk menghasilkan energi, dalam proses ini dihasilkan radikal bebas, yaitu molekul oksigen yang tidak stabil. Radikal bebas ini terbentuk pada fungsi metabolik seperti pencernaan.

Pada waktu pajanan sinar UV matahari, terkena toksin seperti pestisida dan polusi udara seperti asap rokok. ?Ketika radikal bebas mengambil elektron yang mereka perlukan dari molekul kolagen pada kulit, akan menyebabkan kolagen rusak sehingga kulit mengalami gangguan warna, kaku, dan kendur. Nah dari sanalah radikal bebas merampas penampilan muda seseorang,? sebut dokter lulusan Universitas Indonesia.

Untuk mencegah kerusakan sel akibat radikal bebas, salah satu caranya dengan memberi pasangan elektron pada molekul liar yang tidak terkontrol. ?Antioksidan bekerja dengan menjinakkan radikal bebas sehingga tidak berbahaya,? ucapnya. Antioksidan terdiri atas vitamin A, C, E, karotenoid dan flavonoid yang kesemuanya berasal dari makanan.

Sementara antioksidan yang terdiri atas asam amino, asam urat, bilirubin terbentuk di dalam tubuh. Dukungan psikologis juga harus diberikan kepada para lansia ini.Salah satunya dengan tidak menyebut mereka dengan sebutan rentan, lanjut atau senja.

?Kata-kata tersebut memiliki makna-makna negatif. Kata rentan dapat dimaknai salah sebagai kelompok yang merepotkan atau akan merepotkan atau kata lanjut mengandung makna sudah lewat waktu atau habis waktu 'expired' atau kata senja yang pasti bermakna hampir selesai,? ujarnya.

Tak hanya itu, dukungan dari keluarga juga mutlak diperlukan. ?Selain itu, dengan perubahan tersebut edukasi pada pasien dan keterlibatan keluarga pasien menjadi kunci keberhasilan pengelolaan,? kata Edy. (okz) (6 April 2009)

Sumber :
http://www.suaramedia.com/gaya-hidup/kesehatan/5898-rahasia-bugar-di-usia-lanjut.html
19 Agustus 2009

Melawan Lever dengan Obat Tradisional


BERBICARA soal obat dan pengobatan tradisional, tak mungkin melewatkan H. Eep Rusmawan. Penduduk Jalan Cikole Wanaraja, Kabupaten Garut, Jawa Barat, ini sejak 25 tahun lalu menekuni cara penanggulangan penyakit hepatitis B dengan menggunakan ramuan tradisional khas Indonesia dipadukan dengan ramuan Cina kuno, buatan sendiri. Hasilnya, cukup meyakinkan. Pasien-pasien berdatangan dari berbagai pelosok dan dari berbagai lapisan. Kabar kemujaraban sistem pengobatan H. Eep melalui mulut pasen yang merasa terbantu tersembuhkan penyakitnya, berdampak luas.

Seperti diutarakan Eddy Apuy, wiraswasta muda penduduk Madiun, yang mendengar obat tradisional antilever (hepatitis) H. Eep, dari kenalannya. Ketika itu Eddy sedang merencanakan berobat ke luar negeri karena lever yang dideritanya selama kurang lebih 2 tahun semakin parah. Padahal, tak pernah henti diobati, baik secara modern maupun tradisional.

"Terdorong rasa penasaran dan mungkin putus asa, saya berangkat ke Wanaraja. Langsung diperiksa dan dianalisis, lalu diberi ramuan berbentuk kapsul. Saya disuruh datang lagi dua minggu kemudian. Dari dua kali pertemuan pertama itu, mulai terasa ada perubahan. Lever saya yang biasa kambuh, mulai normal. Setelah empat kali lagi diberi ramuan, saya yakin penyakit saya berangsur sembuh. Kini tinggal proses penyembuhan total dan penjagaan agar tidak kambuh lagi," kata Eddy yang sekarang masih rajin datang ke Wanaraja untuk silaturahmi dan konsultasi.

Hal yang sama dituturkan H. Alif, asal Riau. Pedagang hasil bumi yang lebih sering berada di Jakarta atau Bandung itu, pernah menderita komplikasi lever dan darah tinggi. Walaupun belum akut benar, cukup mengganggu kelancaran dan ketenangan bisnisnya.

Usaha mengatasi penyakit terus menerus dilakukan. Dua tiga orang ahli pengobatan tradisional sempat didatangi, di samping beberapa dokter spesialis. Lima bulan yang lalu ia diajak seorang kawannya, yang menderita rematik, berobat ke Wanaraja. Kawannya itu mendengar dari saudara-saudaranya yang pernah mendapat ramuan buatan H.Eep.

"Alhamdulillah, sekarang saya merasa fit. Lewat ramuan Pak Haji Eep, Tuhan memberi pertolongan, sehingga penyakit saya sembuh dalam waktu relatif singkat," kata H. Alif.

Terlalu banyak pendapat pasien dan bekas pasien H. Eep jika diruntut satu persatu di sini. Yang jelas, seperti tertera pada buku tamu, pasien H. Eep yang berdatangan dari hampir seluruh pelosok Nusantara, semua menuliskan kesan-kesan positif.

Sebagaimana promosinya yang nyaris diam-diam, ramuan antilever buatannya diam-diam menarik minat ahli farmasi dalam dan luar negeri. Tercatat nama-nama Dr. Gerard Mc. Rity, peneliti medis Universitas Cornell New Jersey, Amerika Serikat (AS), Prof. Dr. Chuang Haw Thung, ahli penyakit AS, dan Prof. Hideji Itokawa, dari Tokyo College of Pharmacy, konon telah menguji ramuan buatan H. Eep dan merekomendasikannya sebagai obat lever yang dapat dipertanggungjawabkan.

Tentang perhatian dari kalangan ilmuwan itu terhadap ramuan buatannya, H. Eep, yang biasa dipanggil Aa, tidak bersedia berkomentar apa-apa.

"Itu urusan beliau-beliau. Yang penting buat Aa mah, mengamalkan sedikit pengetahuan bagi kebaikan dan kemanfaatan hidup. Selagi memiliki usia, Aa yang kebetulan punya sedikit pengetahuan dalam hal pengobatan tradisional, ingin menolong sesama manusia. Aa yakin kepada sabda Nabi Muhammad saw. setiap penyakit pasti ada obatnya. Nah, Aa mencoba menyediakan obat untuk penyakit yang diderita manusia, sambil bertawakal kepada Allah swt." kata H. Eep merendah.

Ramuan antilever produk H. Eep yang dinamakan Kan Yen, memang dianggap maskot ahli pengobatan tradisional Cikole tersebut. Padahal, ramuan anti penyakit lainnya pun, telah mulai dikembangkan. Di antaranya ramuan antirematik (fung seu), ramuan antikolestrol (tan ku sien), ramuan anti darah tinggi (sie ya kau). Bahkan sekarang H. Eep sedang mengembangkan ramuan antikanker payudara dan rahim.

"Mengapa memakai istilah Cina?" kata seorang pasien.

"Tanda hormat kepada sumber pengobatan yang saya gunakan. Ilmu pengobatan yang saya gunakan yaitu ilmu pengobatan tradisional Cina kuno. Walaupun sesungguhnya saya juga menggunakan bahan-bahan ramuan tradisional asli Indonesia, ditambah dari Taiwan, India, bahkan Brasil," ujar H. Eep.

Tradisional yang menginternasional, barangkali. Apalagi, jika melihat pasien H. Eep yang aneka ragam. Termasuk WNI keturunan yang kiranya ingin mencicipi ramuan obat leluhurnya dari tangan putra Garut asli ini. ADV/S-1 (11 April 2005)

Sumber :

http://www.lampungpost.com/cetak/berita.php?id=2005041102384230

15 Juni 2009

Sumber Gambar:

http://www.childrenscentralcal.org/HealthE/PublishingImages/em_0054.gif

Santapan Saat Daya Tahan Tubuh Rendah


Jika daya tahan menurun, tubuh akan mudah terserang penyakit. Terlebih bagi mereka yang terkurung dalam ruang ber-AC atau pekerja lapangan yang terpapar udara bebas. Dalam kondisi daya tahan tubuh menurun itulah radikal bebas sebagai agen infeksi maupun racun akan mudah menembus pertahanan tubuh.

Sebagian orang menyikapinya dengan mengonsumsi multivitamin. Harapannya, agar daya tahan tubuh tetap terjaga. Pertanyaan berikut yang muncul, apakah itu efektif? Tentu saja sangat relatif karena harus didukung oleh kesadaran untuk memilih hidup sehat seperti mengatur pola makan dan istirahat cukup.

Tak ada yang salah dengan pemanfaatan multivitamin. Namun, ada baiknya Anda mulai mempertimbangkan cara lain yang lebih alami guna mengatasi penurunan imunitas atau daya tahan tubuh, yakni memanfaatkan khasiat bawang putih, jamur sitake, kacang brasil, alpukat, dan jeruk bali.

Seorang pencinta bahan pangan organik dari Singapura, Andrew Behrendt, dalam tulisannya Solution For Low Immunity, menjelaskan bahan alami tersebut mampu memberi pasokan mineral, vitamin A, B, C, dan E, serta asam lemak esensial. Kelima bahan tersebut terbukti mampu menjadi turbo boost atau pendongkrak kekebalan tubuh melawan demam dan flu karena perubahan cuaca.

Berikut kelima jenis bahan alami tersebut:

Bawang Putih
Bumbu dapur ini sumber alami antimikroba dan jamur. Bawang juga dapat merangsang tubuh memproduksi sel darah putih yang bermanfaat untuk melawan bakteri merugikan. Komponen utama yang bermanfaat bagi kesehatan dalam bawang putih disebut allicin.

Untuk mendapatkan manfaat maksimalnya, sebaiknya biarkan bawang putih terpapar udara bebas selama 10 menit sebelum dicampurkan ke dalam masakan. Jika akan dimakan langsung atau dikunyah, sebelumnya cuci lalu bersihkan kulit lapisannya dan pilih yang masih segar.

Untuk menetralkan bau mulut setelah mengonsumsi bawang putih, Anda dapat mengunyah peterseli segar (daun campuran sup). Sementara untuk menghilangkan bau di tangan, Anda dapat menggosok tangan dengan sedikit lemon.

Jamur Sitake
Jamur ini berbentuk seperti payung, warnanya berkisar dari cokelat sampai cokelat tua. Memiliki rasa yang kuat dan mengandung lentin yang mampu memicu produksi interferon, pelawan virus dan bakteri yang mampu melemahkan daya tahan tubuh.

Beberapa studi di Penn State University, Amerika Serikat, mengungkapkan bahwa jamur ini mengandung 40 kali antioksidan yang terdapat pada gandum. Kemampuan jamur ini telah membuat para ilmuwan tertarik untuk memanfaatkannya sebagai bahan penambah daya tahan tubuh.

Dibandingkan dengan jamur maitake, jamur ini lebih tahan lama karena bisa bertahan sampai 14 hari berada dalam kantong kertas atau disimpan dalam lemari es. Sitake bisa dimanfaatkan untuk segala jenis masakan, tetapi biasa digunakan sebagai campuran sup atau pasta.

Kacang Brasil
Kacang brasil mengandung mineral selenium yang berperan dalam mencegah demam. Dibandingkan dengan kacang lainnya, kacang brasil selain memiliki kandungan selenium tinggi, juga kaya nutrisi penting seperti magnesium, zat besi, vitamin E, glutathion, dan zinc.
Untuk mendapatkan manfaatnya Anda bisa merebus kacang ini atau mengonsumsinya sebagai campuran makanan.

Alpukat
Alpukat sejauh ini menjadi salah satu buah favorit untuk menangkal gejala flu. Kandungan vitamin E-nya mampu menetralkan radikal bebas dan menekan risiko infeksi, sedangkan vitamin B-nya membantu produksi antibodi secara alami.

Kandungan omega-6, asam lemak esensial dalam alpukat, juga bermanfaat untuk meredakan radang. Beberapa penelitian membuktikan buah ini mampu meningkatkan sistem imun dan dapat dikonsumsi siapa pun.
Untuk memanfaatkan buah ini relatif mudah, sebagai campuran minuman sari buah atau dijus langsung tanpa gula ditambah sedikit es.

Jeruk Bali
Kandungan betakaroten, folat, dan potasiumnya menjadi komponen penting dalam mempertahankan daya tahan tubuh. Buah ini juga berpotensi sebagai “alat” detoksifikasi karena mengandung antioksidan tinggi, yakni 350 mikrogram vitamin C per 100 gram daging jeruk.

Kandungan vitamin C ini sangat baik untuk sumber antioksidan. Bahkan, para perokok dianjurkan mengonsumsi jeruk bali paling tidak dua siung (helai dalam buah) setiap hari.

Untuk memanfaatkannya, ambil satu buah jeruk bali ukuran sedang yang telah dikupas dan dibuang isinya. Masukkan ke dalam blender, campur dengan air secukupnya. Jika suka, tambahkan satu sendok madu atau buah lainnya seperti mangga atau pir.

Cara lain, siapkan satu buah jeruk bali ukuran sedang yang telah dikupas dan dibuang isinya dan 1 cm jahe kupas. Masukkan bahan-bahan tersebut ke blender dengan ditambah sedikit air atau tidak sama sekali sesuai selera.

Untuk campuran salad, ambil 200 gram pepaya, 200 gram apel, 200 gram nanas, 200 gram melon (semuanya dipotong dadu), dan jeruk bali ukuran sedang yang telah dikupas dan dibuang isinya lalu dipotong-potong sesuai selera. Tambahkan juga stroberi dan kiwi untuk hiasan. Siapkan juga bahan dressing, campuran alpukat yang telah diblender halus dengan mayones. Tambahkan empat sendok madu pengganti pemanis, kocok dengan mikser sampai rata, beri air secukupnya lalu aduk rata. Selanjutnya, bahan buah segar diatur dalam mangkuk atau piring, kemudian disiram dengan dressing

Sumber:
Gaya Hidup Sehat
http://www2.kompas.com/ver1/Kesehatan/0709/27/093139.htm
12 April 2009

Sumber Gambar :
http://4.bp.blogspot.com/_7t61G0LCowE/SDrRhoq5C9I/AAAAAAAAAI8/WwMfCDCJor0/s400/st+kekebalan.jpg
http://melilea-semarang2008.blogspot.com/2008/05/daya-tahan-tubuh-kita-80-dibangun-di.html
http://melilea-organic.com/wp-content/uploads/2008/11/bahaya-makanan.jpg

Antibodi Senjata yang Selalu Waspada !


MENGAPA sebagian orang tidak gampang sakit dan sebagian lainnya rentan terhadap penyakit? Mengapa semakin bertambah usia, seseorang menjadi mudah lelah serta timbul rasa nyeri di tulang dan sendi ?

Daya tahan tubuh setiap orang memang berbeda. Bahkan, pada orang yang sama daya tahan tubuhnya bisa tidak stabil. Mengawali hari dengan daya tahan tubuh yang kuat, bisa saja tiba-tiba daya tahan tubuh melemah. Apakah daya tahan tubuh bisa dipertahankan tetap kuat ? Bisa, asal tahu penyebab melemahnya daya tahan tubuh dan dilakukan upaya menjaga daya tahan tubuh agar tetap prima.

Sistem kekebalan tubuh

Apa jadinya kalau tubuh manusia tidak dilengkapi dengan sistem kekebalan tubuh ?
Sistem kekebalan tubuh bisa diibaratkan prajurit yang sangat disiplin, teratur, cerdas, dan pekerja keras yang melindungi tubuh dari musuh eksternal, khususnya musuh seperti bakteri atau virus yang berupaya memasuki tubuh.

Masih ingat bocah David dari Texas, yang sebelum lahir diketahui bahwa sistem kekebalan tubuhnya tidak sempurna? David bermasalah pada sumsum tulang belakang sehingga tidak bisa memproduksi limfosit, yang merupakan bagian dari prajurit siap tempur dalam mempertahankan tubuh terhadap berbagai serangan bakteri, virus, dan penyakit yang mencoba masuk ke dalam tubuh melalui makanan, saluran pernapasan, maupun lingkungan sekitar. Tanpa adanya perlindungan dari sistem kekebalan tubuh-meskipun dilahirkan dengan operasi caesar yang steril, hidup dalam ruangan steril, menghirup udara steril, meminum air steril, dan memakan makanan yang steril-David hanya bertahan selama 12 tahun setelah gagal transplantasi sumsum tulang dari kakaknya. Ilustrasi tadi memperjelas peranan penting sistem kekebalan bagi daya tahan tubuh kita.

Limfosit ibarat prajurit, yang dihasilkan oleh sumsum tulang disebut limfosit B, sedangkan yang diproduksi di kelenjar timus disebut limfosit T. Limfosit B akan memproduksi semacam senjata yang disebut antibodi.

Sistem kekebalan tubuh sangat mendasar peranannya bagi kesehatan, tentunya harus disertai dengan pola makan sehat, cukup berolahraga, dan terhindar dari masuknya senyawa beracun ke dalam tubuh. Sekali senyawa beracun hadir dalam tubuh, maka harus segera dikeluarkan.

Kondisi sistem kekebalan tubuh menentukan kualitas hidup. Dalam tubuh yang sehat terdapat sistem kekebalan tubuh yang kuat sehingga daya tahan tubuh terhadap penyakit juga prima. Pada bayi yang baru lahir, pembentukan sistem kekebalan tubuhnya belum sempurna dan memerlukan ASI yang membawa sistem kekebalan tubuh sang ibu untuk membantu daya tahan tubuh bayi. Semakin dewasa, sistem kekebalan tubuh terbentuk sempurna. Namun, pada orang lanjut usia, sistem kekebalan tubuhnya secara alami menurun. Itulah sebabnya timbul penyakit degeneratif atau penyakit penuaan.

Tiap kali ada benda asing yang masuk ke dalam tubuh diperlukan 10-14 hari untuk membentuk antibodi. Jadi, antibodi merupakan respons terhadap gangguan dari luar, senjata yang dibentuk oleh sekelompok prajurit limfosit B dalam sistem kekebalan. Antibodi tersusun dari protein, disebut juga sebagai immunoglobulin, disingkat Ig, suatu serum protein globulin. Antibodi akan menghancurkan musuh-musuh penyerbu atau disebut juga antigen, seperti bakteri dan virus penyebab penyakit, dengan cara mengikatkan diri pada antigen dan menandai molekul-molekul asing tempat mereka mengikatkan diri. Selanjutnya sel pasukan dapat membedakan dan melumpuhkannya.

Ada lima jenis immunoglobulin, yaitu IgG, IgM, IgA, IgE, dan IgD. IgG adalah antibodi yang paling banyak terdapat dalam darah, yaitu 80 persen. Antibodi IgG adalah satu-satunya antibodi yang dapat masuk ke dalam plasenta ibu hamil karena kemampuan dan ukurannya yang kecil sehingga IgG seorang ibu akan membantu melindungi janinnya dari kemungkinan infeksi. Selanjutnya, bayi yang baru lahir dari rahim yang steril tidak mempunyai pengalaman melawan penyakit. Untunglah, immunoglobulin dalam ASI yang pertama kali, atau dikenal sebagai kolostrum, memberikan bantuan perlindungan terhadap infeksi, sementara bayi memperkuat sistem kekebalannya hari demi hari.

IgG mengikuti aliran darah, mempunyai efek kuat antibakteri, melindungi tubuh terhadap bakteri dan virus, serta menetralkan asam dalam racun.

"Smart eating"

Pola hidup modern menuntut segala sesuatu dilakukan serba cepat dan instan. Hal ini berdampak juga pada pola makan. Sarapan di dalam kendaraan, makan siang serba tergesa, dan malam karena kelelahan tidak ada nafsu makan.
Belum lagi kualitas makanan yang dikonsumsi, polusi udara, kurang berolahraga, dan stres. Apabila terus berlanjut, daya tahan tubuh akan menurun, lesu, cepat lelah, dan mudah terserang penyakit. Karena itu, banyak orang yang masih muda mengidap penyakit degeneratif.

Kondisi stres dan pola hidup modern sarat polusi, diet tidak seimbang, dan kelelahan menurunkan daya tahan tubuh sehingga memerlukan kecukupan antibodi. Gejala menurunnya daya tahan tubuh sering kali terabaikan sehingga timbul berbagai penyakit infeksi, penuaan dini pada usia produktif.

Konsumsi makanan sebaiknya tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan gizi saja, tetapi juga mempertimbangkan kandungan senyawa bioaktif dalam makanan yang dapat membantu menjaga tubuh tetap sehat, atau dikenal sebagai makanan fungsional, agar daya tahan tubuh dapat dipertahankan. Untuk itu diperlukan kearifan dalam memilah makanan atau smart eating. Kecukupan konsumsi buah dan sayuran mutlak diperlukan karena kandungan vitamin, mineral, dan enzim selaku senyawa bioaktif sangat diperlukan tubuh.

Daya tahan tubuh manusia mencapai puncaknya di usia 20-an, dan lambat tetapi pasti, mulai terjadi penurunan di usia 30-an, dan semakin pesat menurun di usia 50-an tahun. Pola makan memengaruhi kondisi daya tahan tubuh. Hal ini berkaitan dengan health conscious atau peduli terhadap kesehatan.

Agar kualitas hidup tetap prima, sehat, dan bugar, siagakan selalu senjata dalam sistem kekebalan tubuh anda, yaitu dengan kecukupan antibodi. (Dr Ir Ingrid S Waspodo MSc, Pendidik dan Peneliti)

Sumber :
Kompas Cyber Media dalam :
http://www.depkes.go.id/index.php?option=articles&task=viewarticle&artid=140&Itemid=3

Sumber Gambar :
http://www.nature.com/nrmicro/journal/v2/n9/images/nrmicro974-f1.gif

SEMANGKA UNTUK AWET MUDA DAN PERKASA



Semangka selalu ada sepanjang tahun, karena buah tropis satu ini telah dapat dibuahkan tanpa kenal musim. Di balik kesegaran dan warna menornya yang merangsang, semangka menyimpan potensi sebagai pesaing viagra!

RASANYA, siapapun suka semangka. Meskipun ada juga yang daging buahnya berwarna kuning, semangka merah tetap yang paling populer. Syukurlah jika Anda pun termasuk yang lebih menggemari semangka merah. Soalnya, dibanding yang kuning, semangka merah memang lebih kaya gizi serta senyawa fitokimiawi berkhasiat.

Cara terbaik dan paling praktis untuk menikmati semangka adalah langsung saja dimakan segar. Cara makan seperti ini memungkinkan seluruh zat gizi dan kandungan bermanfaat di dalam semangka termanfaatkan segera dan utuh tanpa mengalami kerusakan. Jus semangka yang dibuat menggunakan juicer telah berkurang kadar seratnya. Karena itu, lebih disarankan membuatnya menggunakan blender.

Mengolah semangka menjadi sajian kreatif dapat menambah kreasi sajian dari semangka. Hanya saja, sebaiknya dipertimbangkan agar tidak menambahkan bahan yang justru dapat merusak nilai sehat yang dimiliki semangka. Misalnya tidak menambahkan gula/sirup, susu kental manis, atau cream secara berlebihan.

SEMANGKA : JENIS-JENISNYA
Semangka tanpa biji kini yang paling dicari.
Alasannya, yang berbiji sulit dinikmati, karena kita menjadi repot menyisihkan biji-bijinya. Sementara semangka tanpa biji bisa langsung dimakan, tanpa halangan. Kalaupun ditemukan bijinya, biasanya jumlahnya terbatas dan tidak berkembang sempurna, sehingga tak masalah jika mesti ditelan, karena tidak mengganggu kenikmatan.

Semangka lokal unggul, tapi berbiji, yang mudah ditemukan adalah jenis semangka sengkaling. Dinamai demikian karena benih semangka impor ini awalnya dibudidayakan secara besar-besaran 20-an tahun lalu di daerah Sengkaling, Malang, Jawa Timur. Ukurannya tanggung (2 4 kg), daging merah cenderung pucat, rasanya manis renyah, tidak terlalu berair. Jika dipanen setelah tua/matang, daging buahnya ‘merekah’ dan agak masir (sandy). Cirinya: kulitnya tipis berwarna hijau gelap.
Semangka tanpa biji yang mudah ditemukan di pasar swalayan adalah jenis ’sugar baby’. Ukurannya sedang (4 kg), buah bulat, kulit hijau gelap. Jika dibelah, daging buahnya berwarna merah menyala dan masih sedikit memiliki biji. Biji-bijinya umumnya tidak berkembang, sehingga tampak seperti biji muda atau biji kempis. Jadi, bukannya tidak berbiji sama sekali. Semangka ini rasanya sangat manis.

Jika Anda menemukan semangka berwarna kuning di pasar swalayan, biasanya adalah jenis semangka ‘yellow baby’. Rasa manisnya tidak beda dengan ’sugar baby’. Bedanya, yang ini daging buahnya berwarna kuning cerah. Warna hijau pada kulitnya pun lebih pucat dibanding semangka merah ’sugar baby’.
Meskipun jarang, sesekali tampak juga semangka berbentuk lonjong dipajang di pasar swalayan. Daging buahnya kompak dan padat, sehingga beratnya bisa mencapai 9 kg! Kulitnya hijau gelap, daging buahnya bertekstur lembut dan rasanya manis. Kalau Anda beruntung bisa mendapatkannya, semangka asal Taiwan ini namanya ‘new dragon’.

SEMANGKA : MAKANAN SEHAT UNTUK DIET
Semangka termasuk salah satu buah segar yang digolongkan sebagai makanan fungsional (functional food). Alasannya, semangka rendah kalori meskipun rasanya manis, banyak mengandung air, bebas lemak, kaya betakaroten dan vitamin C, serta berlimpah likopen yang berkhasiat obat. Keunggulan ini menjadikan semangka aman dinikmati seberapapun Anda suka.

Sekalipun rasanya manis, semangka tidak menyimpan kalori berlimpah, hanya 28 kalori per 100 g. Bandingkan dengan belimbing yang sama-sama berair, ternyata memiliki kandungan energi 36 kalori. Sekalipun rasanya manis, kadar gulanya hanya 5%. Tidak mengherankan jika kandungan kalorinya terbatas. Kombinasi kadar gula terbatas dan kadar air berlimpah menjadikan semangka cocok bagi pelaku diet rendah kalori. Apalagi karena semangka bersifat ‘makan tempat’ (bulky) di dalam lambung, sehingga cepat membuat kenyang.

Semangka sangat baik bagi pengidap hipertensi. Kandungan air dan kaliumnya yang tinggi membantu mengontrol tekanan darah, apalagi karena semangka tidak mengandung lemak. Beberapa literatur juga menyebutkan semangka bermanfaat mempergiat kerja jantung. Sejumlah antioksidannya, termasuk betakaroten dan vitamin C, membantu sel-sel tubuh tetap sehat.

Sumber : (???)
http://yuwielueninet.wordpress.com/2008/03/19/makanlah-semangka-agar-awet-muda-perkasa/
http://www.mail-archive.com/sma1bks@yahoogroups.com/msg01278.html
http://klik-brc.com/index.php?option=com_content&task=view&id=48&Itemid=56

Sumber Gambar :
http://www.klikdokter.com/userfiles/semangka1.JPG
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiHnidkDxY7VjH0l9FJqs8kw1AhXdlyLL0_E0YgowJwuxjMA437AFNO4JtjkPFaHr50TcPziv63nhym2Vhmy1UfSg3DgFTfRDKublnppgO8mQM_PRaXtUBHFEEZWb4b0ASQ9VQwLDi6dWp6/s400/Bocah-makan-semangka.jpg

HIDUP SEHAT ALAMI ALA DR. TAN TJIAUW LIAT



KITA boleh iri melihat sosok Dr Tan Tjiauw Liat. Bukan hanya fisiknya yang segar, sehat, dan lincah (tinggi 167 cm/berat 59 kg) tapi daya ingatnya juga luar biasa. Selama wawan cara dua setengah jam, ia membuka lebih dari 10 buku, di antaranya How To Use Glutamine to Strengthen the Immune System, Improve Muscle Mass & Heal the Digestive Tract, The Anti-aging Zone, dan Water Cures: Drugs Kill untuk menunjukkan latar belakang pendapat nya. Buku-buku tersebut hanya sebagian kecil dari koleksi
buku yang berjajar rapi di dalam lemari bukunya.

Saya benar-benar kagum pada dokter berusia 76 tahun itu. la bukan hanya ingat warna cover buku, judul, atau tempat buku itu disimpan, melainkan hafal di luar kepala isi buku-buku itu. Mulai dari alinea, kalimat, yang sudah diberi dua garis dengan tinta merah, sampai kata per kata!. Luar biasa….

Buku-buku, jurnal-jurnal kesehatan, news letter, baginya merupakan harta yang tak terni lai. Ketika banjir melanda Jakarta tahun 2002, rumahnya di bilangan Pluit tak luput dari ben cana. Anak-anaknya khusus menyewa truk dan jukung untuk mengevakuasinya, namun Dr Tan tetap bertahan hanya mengungsi ke ru mah tetangganya. la enggan beranjak dari rumahnya. “Lantaran buku-buku saya masih di dalam,” katanya. la hanya minta dibawakan sayuran mentah sebagai menu makannya.

Senjatanya: tomat dan mentimun
Pukul 15.00 saat mewawancarai Dr Tan di tempat praktiknya di Pluit, tampak beberapa pasien yang mengalami stroke mulai berda tangan. Beberapa pasien harus dipapah atau didorong di kursi roda, untuk sampai ke ruang praktik. Pria berkacamata yang sore itu menge nakan kemeja putih lengan pendek itu lang sung berdiri dan membuka pintu kamar prak tiknya.
Dengan suara yang nyaring yang meru pakan ciri khasnya, ia menyapa para pasien dan memperkenalkan mereka kepada saya.
“Ini pasien saya yang sudah berumur 100 tahun. Nah, bapak yang itu tadinya stroke berat, sekarang sudah bisa jalan. Pasien yang duduk dikursi roda itu otaknya sudah dibedah di rumah sakit. Waktu datang tidak berdaya sama sekali, tetapi setelah saya anjurkan makan tomat dan mentimun, kondisinya jauh lebih baik,” ujarnya sambil menunjuk ke arah pasien -pasien yang dimaksud. Mereka tampak ceria, dan mengatakan bahwa gairah hidupnya kembali setelah dirawat dengan penuh kasih sayang oleh Dr Tan.

Dulu ‘kapal keruk’
Dokter Tan mengaku kesadaran akan pentingnya hidup sehat, tumbuh sejak lima tahun terakhir ini. “Sedari kecil saya doyan makan. Kalau sedang ada perayaan Cap Go Meh, Nenek menyediakan berbagai macam makanan enak. Tentu saja saya ’sikat’ sampai perut saya keras kekenyangan,” tuturnya.
Kebiasaan makan enak itu terus berlanjut sampai ia bersekolah di Jakarta. “Waktu itu saya indekos di Jalan Raden Saleh. Dalam waktu 3 bulan, berat badan saya bertambah 13 kg,” katanya. Sampai ia berkeluarga, ia belum bisa mengerem kebiasaannya itu. “Saya sering makan di hotel berbintang lima yang memberi diskon 50% untuk paket makan sepuasnya (all you can eat) Saya pikir, kapan lagi bisa makan enak dengan harga murah? Di sana saya bisa ngopi dan makan sepuasnya,” tutur Dr Tan mengenang kebiasaannya ketika ia berusia 60 tahun.

Bukan Dr Tan namanya jika berbicara tanpa data. Dari lacinya, ia menge luarkan selembar foto diri saat bobotnya 80 kg. Penampilannya sama sekali berbeda dengan sosok yang berada di depan saya!
Namun setelah itu badannya mulai terasa tidak nyaman. Pada waktu berjalan, misalnya, dadanya terasa sesak. “Padahal saya rajin mengukur tekanan darah, dan hasilnya normal, 120/80,” katanya.

Pada satu kesempatan berkunjung ke Australia menengok seorang anaknya yang bersekolah di sana, ia mendatangi seorang dokter. Dari pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter itu, diketahui tekanan darahnya melesat sampai 180. “Dokter menyuruh saya minum obat. Tetapi saya bilang, NO!. Saya katakan kepadanya, saya akan kembali tiga bulan lagi, dan saya pasti sudah sembuh,” ujarnya.
Pulang dari dokter, ia langsung ngeloyor ke toko buku mencari buku kesehatan. “Saya tidak mau sakit, saya ingin panjang umur. Nah, sejak itu saya gandrung membaca buku-buku mengenai kesehatan,” katanya.

Sekolah di Internet
Latar belakang pendidikannya sebagai dokter lulusan FKUI tahun 1958 dan spesialis radiologi sangat mendukung keinginannya untuk menemukan kunci hidup sehat. Penguasaannya terhadap bahasa Inggris, Belanda, dan Mandarin secara aktif memudahkannya membaca dan menyerap ilmu kesehatan dari berbagai sumber.
“Sampai sekarang saya masih belajar dan terus belajar. Sekolah saya Internet. Media cybernet atau penjelajahan situs-situs Internet yang dapat dipertanggung¬jawabkan, semakin memperluas wasasan saya,” ujarnya sambil menyebut situs favoritnya: www.mercola.com.

Hampir setiap hari ia duduk di depan laptop-nya dari pukul 23.30 sampai pukul 05.00, mencari berita kesehatan yang aktual. Dengan demikian, ia tidak pernah ketinggalan informasi. Sebelum duduk di depan laptop, ia selalu melakukan meditasi terlebih dahulu dengan bantuan CD yang berisi suara gemercik air hujan. “CD tersebut dipakai untuk meningkatkan kemampuan fokus. Sudah setahun lebih saya menggunakan CD untuk meditasi,” ujarnya. Gadget IT milik orang kantoran masa kini adalah mainannya di usia kepala tujuh. la mahir mengoperasikan komputer dengan segala programnya, merekam dengan USB, sms dijawab melalui PDA-nya dengan kecepatan anak muda, mengirim faksimili pun dilakukannya sendiri.

Ada apa dengan tomat dan mentimun?
Hasil bacaan dan penelusuran di alam maya itulah yang menelurkan gaya hidup dan pola makan yang diterapkannya sekarang. “Unsur genetika spesies manusia yang dibawa DNA-nya pada kenyataannya tidak pernah berubah sejak zaman purba hingga kini; bahkan di masa mendatang,” katanya. Yang berbeda adalah yang ada di sekeliling kita, sebagai hasil dari kecerdasan manusia dan olah teknologi. Ini yang mempengaruhi cara hidup manusia dan cara mengelola hidup termasuk makanannya,
serta bagaimana tubuh bereaksi terhadap apa yang dikonsumsi.
Gen (pembawa sifat keturunan yang terdapat pada inti sel) adalah rangkaian gugusan DNA yang tidak mungkin mengalami perubahan dalam waktu singkat. Perubahan pada struktur gen membutuhkan waktu ribuan tahun lamanya
akibat paparan (ter-expose) oleh lingkungan yang juga telah berubah dalam kurun waktu sekian lama.

Banyak bukti antropologis (bukan hanya dari sisi medis) yang menjelaskan bahwa penyakit yang muncul saat ini adalah sebagai akibatpola makan, gaya hidup, dan paparan lingkungan. Yaitu karena manusia sudah jauh melenceng ke luar dari rel sebagaimana alam.

Hidup di zaman sekarang tidak bisa terlepas dari polusi, dan kepungan penyakit yang membuat kita mudah sakit. Bagaimana mengantisipasinya?
“Pertama insulin harus dikontrol, dan yang kedua pola makan kita harus mengikuti pola makan manusia purba. Manusia purba tidak mengenal api, apalagi kompor dan microwave. Segala sesuatu dikonsumsi secara mentah (raw) dan segar (fresh). Dengan asupan serupa ini tidak heran tubuh akan jauh lebih tahan terhadap segala sesuatu,” tuturnya.
Lalu, untuk apa ada restoran? “Restoran itu suatu kebudayaan (civilitation). Itu bukan untuk kesehatan kita. Jika untuk kesehatan,
kita harus balik ke DNA kita. Kita hanya makan dedaunan atau sayuran mentah. Tidak ada cara lain. Kalau tidak demikian, pasien saya pasti gagal semua….,” katanya dengan lantang.

Sayur mentah satu baskom
Dokter Tan, tidak hanya cuap-cuap memberi nasihat kepada pasien-pasiennya agar mengkonsumsi sayuran mentah untuk mengobati stroke yang mereka derita, tetapi dalam keseharian ia benar-benar mempraktikannya dengan disiplin. “Pukul 6 pagi saya makan buah. Buah yang ada dalam simpanan saya. Kalau ada apel ya itu saja yang dimakan, tapi bukan buah manis tinggi fruktosa seperti pepaya, pisang atau mangga ranum,” katanya.

Menurutnya, dari tengah malam sampai jam 12.00 terjadi siklus pembuangan, sebaiknya perut tidak diisi dengan makanan berat. “Siang hari saya makan sayur mentah. Banyaknya satu baskom (mangkuk besar) yang ditambah jahe, kunyit, masing-masing ukuran satu jari, dan satu siung bawang putih. Semua bahan itu dimasukkan ke dalam juice-extractor- bukan blender atau juicer biasa. juice extractor ini mempunyai putaran mesin hanya 30 rpm sehingga tidak menimbulkan panas di atas 30 derajat Celsius, dan ekstraksi mineral terjamin sempurna. Selain itu saya juga makan satu kuning telur mentah organik yang jelas bebas bakteri,” katanya. Siang itu sayur yang memenuhi baskomnya terdiri dari brokoli, selada, paprika kuning, tomat, dan mentimun yang dipotong-potong. la adalah pelaku raw-food yang setia dan me ngerti betul dasar latar belakang mengapa makanan yang disantap harus raw alias men tah. Bahan makanan dari tanaman yang me-mungkinkan dimakan mentah dan enzim (katepsin) yang terkandung dalam sayuran mentah itulah yang menghancurkan diri sendiri (self destruct) agar komponennya dapat dise rap pencernaan kita sebagai sumber gizi. Sedangkan sayuran lain yang biasanya perlu dimasak (misalkan kangkung,bayam, kailan, caisim, diambil ekstraknya melalui juice extractor.

Makan sayur mentah saja, apakah tidak lapar? “Tentu saja tidak, karena komposisi sayuran saya bermacam-macam, kondisi ini menjamin” plant-based food” tetap prima sebagai sumber kalori dan energi. Masih di tambah bawang bombai, aneka sprouts (se jenis taoge). Kalau masih lapar saya menggado tomat dan mentimun,” katanya.

Masih makan kedondong
Dengan berbagai pengetahuan yang dimilikinya kini Dr Tan sangat hati-hati mengkonsumsi makanan maupun minuman. la tidak lagi minum kopi kendati dulu disukainya. “Kalau orang setua saya minum kopi sekali, berarti terbentuk kortisol dalam waktu 24 jam. Kortisol akan bertumpuk jika kita terus mengkonsumsi kopi. Jika sudah demikian, segala macam penyakit akan datang. Misalnya, kita jadi pikun,” katanya.

Air putih adalah minuman terbaik, karena dapat menggelontor lemak-lemak tubuh. Seberapa banyak kita minum air putih per hari? “Ukurannya yaitu sampai urine kita tidak berwarna. Urine yang sehat adalah yang bening seperti air ledeng, tidak boleh berwarna,” katanya.
la juga mengingatkan bahwa kita harus waspada terhadap bahaya gula.
“Batasi makanan yang mengandung gula seperti beras, terigu, kentang, umbi-umbian, serta wortel (yang dimasak sebagai sup atau dijus). Wortel yang dijus akan menjadi air gula. Artinya kalau kita minum jus wortel sama dengan kita minum air gula. Segala buah yang manis juga mengandung gula. Pemanis dalam bentuk artifisial, seperti aspartam, sakarin, lebih berbahaya daripada gula,” katanya.
Jika demikian, buah apa yang baik? Ditanya demikian ia tersenyum. “Buah yang baik adalah alpukat dan kedondong. Gigi saya sudah habis. Agar saya bisa makan sayur mentah, kedondong, mangga muda, dan pepaya muda, semua gigi sudah diganti dengan teknologi implant. Bukan karena keropos, tapi kebanyakan karena kecelakaan di masa lalu, zaman masih menunggang scooter. Oh ya, mangga muda, pepaya muda (bukan yang sudah ranum dengan tinggi kadar fruktosanya) baik dimakan,” sambungnya.

Menularkan pola hidup sehat
Dengan mengubah pola makannya, Dr Tan merasa badannya nyaman dan lebih energik. Bobot tubuhnya pun proporsional dengan tingginya. la berhasil menurunkan berat badannya 21 kg dari berat semula 80 kg. Bukan hanya itu, daya ingatnya pun semakin tajam. “Waktu kuliah dulu, kalau ada teman yang menyebut suatu masalah, saya langsung ingat masalah itu dibahas di buku apa, halaman berapa. Nah, di usia saya sekarang ini, daya ingat saya kembali seperti itu.

Temuan-temuan ini ditularkan kepada pasien-pasiennya.
“Mereka saya anjurkan makan tomat dan mentimun. Saya perhatikan, hanya dalam waktu tiga hari atau seminggu, kondisi kesehatan mereka mengalami kemajuan. Mengapa? Karena sayuran mentah adalah makanan yang sesuai dengan DNA kita,” katanya.
Kepada pasien-pasiennya, Dr Tan tidak pernah memberi obat-obatan kimia. Bilamana perlu ia hanya memberikan satu suntikan untuk memperlebar pembuluh darah. “Pembuluh darah pasien stroke sering bermasalah,”demikian alasannya. Di samping itu, ia juga mengaplikasikan teknik meridian melalui titik-titik akupuntur. Ilmu tersebut dipelajarinya antara lain dari sebuah buku keluaran Bayer dan banyak buku asli tentang meridian dan akupuntur dari bahasa dan sumber aslinya yaitu bahasa Mandarin. Bahasa itu justru baru dikenalnya sebagai orang Tionghoa ketika Jepang masuk dan bahasa Belanda dilarang.

Tidak merepotkan orang lain
Sekarang ini Dr Tan masih sering ke hotel bintang lima untuk makan, tapi ia lebih cerdik. “Saya pilih light lunch, ya murah, ya sehat. Saya bisa makan salad sesuka saya,” katanya.

la sangat yakin, apabila setiap orang mau menjaga diri dan merawat diri, ia akan mendapatkan kesehatan yang prima, yang memperpanjang usia hidup aktif. “Dampaknya tentu sangat positif, yang jelas kita tidak merepotkan diri sendiri di usia lanjut dan tidak tergantung pada pasangan, anak-anak, atau orang-orang di sekitar kita. Saya mempunyai tujuan mempertahankan hidup yang berkualitas demi kemanusiaan dengan mempraktikkan kejujuran serta kebenaran untuk tujuan tersebut,” tuturnya.
“Sekarang saya punya konklusi yang jelas sekali, yaitu dengan mengikuti DNA - hanya makan sayur, selanjutnya dikombinasi dengan quantum touch- pasti akan sehat seumur hidup.”

Bagaimana dengan bermacam-macam diet yang digembar-gemborkan sekarang ini? “Omong kosong! Ndak bisa itu! Pokoknya paling baik hanya mengkonsumsi sayuran mentah. Yang lain dilupain aja, deh,” ujarnya. Ekstrim? Tentu begitu kesan pertamanya. Tapi bagaimanapun, komitmen dan disiplinnya untuk sehat sangat mengagumkan. (N)

Sumber :
Emma Madjid (Majalah Nirmala, April-2007)
dalam :
http://www.motivasi.web.id/?p=63

Sumber Gambar:
http://www2.istockphoto.com/file_thumbview_approve/504345/2/istockphoto_504345-tomato-mushroom-cucumber.jpg
http://img68.imageshack.us/img68/1516/drtanop1.png

MAKANAN SEHAT UNTUK JANTUNG SEHAT



Bagaimana mengatasi penyakit jantung? Bagi sejumlah pakar, salah satunya Richard N. Fogoros, doktor bidang kardiovaskular yang mengasuh heartdisease.com, cara mengatasi adalah menghindari penyakit sebisa mungkin.

Saran Richard tak mengherankan, sebab penyakit ini menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi, sebagaimana dilaporkan pada tahun 2007 di Amerika Serikat, Inggris, Canada, dan Wales. Penyakit ini bahkan membunuh satu orang setiap 34 detik hanya di Amerika Serikat saja.

Memang ada pula pasien yang mengidap penyakit jantung bawaan, tapi itu pun bukan berarti resiko tak dapat dikurangi. Untungnya dunia kedokteran telah mencapai banyak kemajuan dalam pengobatan dengan peningkatan pasien yang bertahan dari penyakiti ini. Hanya saja dalam penelitian, banyak dokter pula yang gagal memeberikan tindakan sesuai untuk sang pasien.

Sehingga pasien pun perlu membekali diri mereka dengan pengetahuan seputar penyakit jantung serta tindakan yang memungkinkan, dan mengikuti seksama perkembangan terapi terbaru.

Jalan terbaik, tentu dengan mengadopis pola hidup sehat. Di mana-mana cara ini terbukti ampuh mengurangi resiko penyakit jantung dan meningkatkan kualitas hidup. Salah satu yang bagian cara hidup sehat adalah faktor asupan makanan. Tak pelak pola makanan berkaitan erat dengan kondisi kimiawi tubuh, terutama mereka yang memiliki resiko besar terkena penyakit jantung.

Memperhatikan pola makan, jenis makanan, dan nutrisi, yang masuk dalam tubuh akan sangat membantu pasien mengontrol kesehatan jantung. Berikut ini ada sepuluh jenis makanan yang disarankan untuk merawat kesehatan jantung seperti yang dituturkan oleh situs Health.com. Jenis makanan yang dianjurkan pun relatif mudah didapat di Indonesia. Tak ada salahnya mencoba menerapkan, tentu dengan porsi seimbang.

1. Otmeal.
Mulai hari anda dengan semangkuk oats yang kaya asam lemak omega-3, folat, dan potasium. Makanan kaya serat ini telah terbukti dalam berbagai studi, mampu menurunkan LDL alias kolesterol jahat dan menjaga saluran arteri tetap bersih.

2. Salmon.
Lagi-lagi asam lemak omega-3 tinggi menjadi andalan, dan terkandung dalam daging ikan salmon. Jenis makanan ini dapat mengurangi tekanan darah dengan efektif, dan menjaga kelancaran aliran darah. Dua porsi dalam seminggu dapat mengurangi resiko kematian akibat serangan jantung hingga sepertiga.

Menurut seorang ahli kardiologi, Stephen T Sinatra, Salmon juga mengandung karotenoid astaksantin, yakni antioksidan kuat. Namun pastikan memilih salmon dari alam liar daripada salmon dari penangkaran--sebab sering kali dikemas dengan cemaran insektisida, pestisida, dan logam berat.


3. Alpukat
Sedikit alpukat dalam roti lapis, atau salad, menambah lemak sehat untuk jantung dalam diet. Terdiri dari asam lemak tak jenuh ganda, alpukat membantu menurunkan kadar LDL sekaligus meningkatkan HDL atau kolesterol baik di dalam tubuh. "Alpukat sangat luar biasa," ujar Sinatra, "Mereka meningkatkan penyerapan karoten--terutama beta-karoten dan likopen--yang sangat esensial untuk kesehatan jantung,"

4. Minyak Zaitun
Hampir tak ada yang meragukan khasiat minyak zaitun. Kaya dengan lemak tak jenuh ganda, minyak zaitun ampuh menurunkan LDL dan menurunkan resiko penyakit jantung masuk tahap lebih lanjut.

Hasil dari Seven Countries Study, yang meneliti insiden penyakit jantung di 7 negara di dunia menunjukkan para lelaki di Pulau Kreta, Yunani, memiliki kecenderungan kadar kolesterol tinggi, namun relatif sedikit yang meninggal akibat penyakit jantung karena pola makan mereka memasukkan minyak zaitun. Cari yang bertipe minyak virgin--sebab paling sedikit melalui proses kimia--dan konsumsi dengan tepat.


5. Kacang
Kenari, Kacang Hazel, Macademia,dan Mede sangat kaya denga omega-3 serta lemak tak jenuh ganda-dan tunggal. Kenari bahkan kaya serat yang baik untuk diet dan seperti minyak zaitun, merupakan sumber yang kaya lemak sehat. Hanya saja jangan terlalu mengonsumsi secara berlebihan sebab beresiko menaikkan asam urat.

6. Beri-berian
Beri biru raspberi, strawberi--apapun jenis beri yang anda gemari--sangat kaya zat anti peradangan yang akan mengurangi resiko penyakit jantung dan kanker. Beri hitam dan biru khususunya, sangat luar biasa, namun semua beri sangat baik untuk kesehatan otot jantung.

7. Biji-bijian
Beri tubuh asupan serat dari biji-bijian, seperti kacang merah, kacang polong, kacang hijau. Mereka memiliki omega-3, kalsium dan serat larut air yang tinggi.

8. Bayam
Inilah makanan andalan Popeye, yang dapat anda andalkan pula. Bayam membantu detak jantung dalam kondisi terbaik, karena kandungan lutein, folat, potasium dan serat tinggi. Namun dengan menambah porsi bermacam sayuran, jelas mendorong kerja optimal jantung. Sebuah studi meneliti 15 ribu lelaki tanpa penyakit jantung selama 12 tahun. Mereka yang mengonsumsi sedikitnya dua setengah porsi sayur setiap hari ternyata memotong resiko penyakit jantung sebanyak 25 % dibanding dengan mereka yang tidak mengonsumsi sayur. Setiap tambahan porsi akan mengurangi resiko hingga 17 %. Lagi pula bayam cukup mudah dan murah di dapat di Indonesia. Tunggu apa lagi.

9. Lamtoro
Siapa sangka makanan khas masyarakat tradisional Indonesia memiliki khasiat tinggi. Makanan ini tinggi akan omega-3 plus omega-6. Sejumput lamtoro sangat baik untuk kesehatan jantung jangka panjang. Masukkan biji-biji kecil hijau kecoklatan itu bersama sayur dan masakan sehari-hari, kandungan nutrisi dalam lamtoro akan merawat jantung anda.

10. Kedelai
Kedelai tak kalah ampuh menekan kolesterol jahat, dan karena mengandung sedikit lemak jenuh, ini merupakan sumber makanan yang kaya protein untuk diet sehat bagi jantung. Kedelai dalam tempe, susu kedelai, tahu yang merupakan makanan rakyat, jangan absen dari meja makan. Namun tetap awasi kandungan garam dalam kedelai, beberapa proses pengolahan makanan menambahkan sodium yang akan menaikkan tekanan darah anda./it

Sumber :
http://www.republika.co.id/berita/31439/Sepuluh_Makanan_Sehatkan_Jantung

Sumber Gambar :
http://www.klikdokter.com/userfiles/gangguan(3).jpg
http://www.republika.co.id/images/news/2009/02/20090213175110.jpg

Total Tayangan Halaman

Entri Populer

Translate