Mending Diet atau Olahraga, Ya?

Minggu, 08 Agustus 2010

Lebih mudah mengurangi 500 kalori daripada menghabiskan waktu satu jam di gym untuk membakar 500 kalori setiap hari
Ada tiga hal utama yang perlu kita perhatikan bila kita ingin mendapatkan tubuh yang sehat, yaitu mengubah pola makan, olahraga, dan cukup istirahat. Dari ketiga hal tersebut, olahraga masih merupakan solusi yang dianggap cukup berat bagi sebagian orang. Alasannya standar, sulit mengatur waktu, atau memang malas.

Namun, untuk memperbaiki kondisi kesehatan tertentu, ternyata olahraga tidak selalu menjadi solusi terbaik. Para pakar lebih menyarankan Anda untuk berdiet, alias mengubah pola makan. Lalu, problem kesehatan apa saja lebih baik kita atasi dengan diet atau olahraga?

Menurunkan berat badan
Lebih baik: Diet
Bukankah ini bertolak belakang dengan apa yang selalu disarankan para pakar kesehatan selama ini? Memang, namun penelitian juga membuktikan, mengurangi kalori merupakan jalan paling pintas untuk menjadi langsing. "Jauh lebih mudah mengurangi 500 kalori daripada menghabiskan waktu satu jam di gym untuk membakar 500 kalori setiap hari," kata Timothy Church, MD, PhD, direktur penelitian pengobatan untuk pencegahan di Pennington Biomedical Research Center, Louisiana State University. Meskipun demikian, kombinasi dari diet dan olahraga tetaplah penting untuk menjaga berat badan yang sehat.

Mendongkrak energi
Lebih baik: Olahraga

Latihan menyebabkan otak mencurahkan neurotransmitter yang menguatkan, seperti dopamine dan norepinephrine, demikian menurut Patrick O'Connor, PhD, psikolog bidang pelatihan di University of Georgia. Tidak kurang dari 70 studi mendukung fakta bahwa orang yang berlatih secara konsisten mengalami lonjakan energi.

Mengurangi risiko penyakit jantung
Lebih baik: Diet

Menurut William Harris, PhD, direktur pusat penelitian kesehatan kardiovaskular di University of South Dakota, kita hanya perlu berfokus pada satu jenis gizi jika berniat menurunkan risiko penyakit jantung. "Yaitu asam lemak omega-3," katanya. Dalam berbagai studi, omega-3 dari ikan menurunkan risiko penyakit jantung hingga 64 persen. Meskipun demikian, berolahraga juga tetap akan menguatkan sistem kardiovaskular Anda.

Mencegah diabetes
Lebih baik: Latihan

Pernah mendengar bahwa hampir 10 juta perempuan Amerika mengidap diabetes? Ini tentu bukanlah fakta yang membanggakan. Memperoleh berat sehat dengan cara mengubah pola makan dan berolahraga adalah pertahanan terkuat terhadap penyakit ini, namun aktivitas fisik lebih memegang peranan. Otot-otot yang terbiasa aktif akan menyerap glukosa dari darah sebagai bahan bakar. Hal inilah yang akan membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil.

Mencegah kanker
Lebih baik: Diet dan olahraga

Menerapkan pola makan yang lebih cenderung ke sayur-sayuran dan buah-buahan, dan latihan secara teratur, lebih efektif dalam mencegah kanker. Berbagai studi bahkan telah membuktikan, semakin konsisten Anda berolahraga, semakin tinggi proteksi diri Anda terhadap kanker.

Memperbaiki mood
Lebih baik: Olahraga

Berolahraga ternyata tak harus lama. Sesi selama 20 menit saja sudah cukup untuk memperbaiki mood Anda selama 12 jam ke depan, demikian hasil penelitian University of Vermont. Bagi sebagian orang, meditasi juga bisa menjadi cara yang cukup efektif dalam mengatasi depresi. Sedangkan olahraga mampu membuat perubahan dalam otak yang menguatkan tekad Anda untuk melawan stres.

Kesalahan-kesalahan yang Bikin Diet Gagal

Waspada dengan camilan yang Anda masukkan ke dalam mulut. Karena bisa menambah kalori yang tak diperlukan dalam tubuh.
Kesalahan sederhana bisa membuat upaya diet Anda gagal. Jika timbangan Anda tidak menunjukkan adanya perubahan berarti atau berat Anda sempat turun, tapi naik lagi, ada kemungkinan Anda melakukan kesalahan-kesalahan dalam berdiet berikut ini.


Menurunkan berat tubuh secara drastis

Bersikukuh untuk menghilangkan 5 kg berat badan dalam waktu singkat membuat Anda mencoba diet ekstrem. Entah itu dengan sama sekali menjauhkan diri dari makanan berlemak ataupun karbohidrat. Bahkan hanya mengasup kalori kurang dari 1.000 per hari. Tentu saja berat badan Anda akan berkurang banyak. Namun, ketika Anda hanya mengasup sedikit kalori, Anda melatih metabolisme diri untuk melambat. Ketika diet Anda sudah usai, tubuh sudah terbiasa untuk membakar kalori dengan lambat dan hal ini akan menyebabkan kenaikan berat badan lebih cepat dari yang dahulu.

Melewatkan sarapan
Melewatkan sarapan mungkin tercetus karena dianggap waktu makan yang bisa diabaikan dan bisa membakar kalori. Padahal, melewatkan sarapan justru akan membuat Anda kelaparan lebih parah pada siang hari. Bahkan, bisa menyebabkan Anda lebih banyak mengemil di kantor dan makan dengan porsi lebih banyak saat makan siang. Sarapan dengan menu kaya protein dan serat bisa mengurangi rasa lapar sepanjang hari. Faktanya, studi menunjukkan, orang yang tidak pernah melewatkan sarapan setiap hari memiliki kemungkinan untuk mempertahankan berat tubuh yang sehat lebih lama.

Lupa sedang mengemil
Anda mungkin menghitung kalori yang Anda asup setiap waktu makan besar. Namun, bagaimana dengan camilan yang Anda asup di antara waktu makan? Apakah ada cokelat yang tersimpan di laci Anda? Atau sepotong kue yang Anda coba saat acara syukuran ulang tahun kantor tadi? Atau hanya sekadar mencicipi es krim anak Anda kemarin sore? Sedikit demi sedikit, makanan yang masuk ke dalam mulut berupa camilan yang tak direncanakan akan merusak diet. Jika memang Anda serius untuk menghitung kalori, Anda bisa menggunakan buku catatan untuk menghitung setiap makanan yang masuk ke dalam mulut Anda.

Tidak mengemil sama sekali

Mengemil tanpa sadar apa saja yang dimakan memang bisa berdampak pada pinggang Anda. Namun, mengemil dengan perhitungan justru bisa membantu Anda menurunkan berat tubuh. Orang yang memakan makanan kecil rendah kalori dalam sehari bisa mengontrol rasa lapar dan menurunkan berat badan. Makan camilan bisa membantu tubuh menjaga metabolisme tetap tinggi, apalagi jika camilannya kaya protein. Kacang adalah pilihan asupan protein yang baik. Bahkan ada penelitian yang mengatakan, mereka yang mengemil kacang-kacangan lebih ramping ketimbang mereka yang tidak memakannya.

Terlalu banyak minum kalori
Ketika menghitung kalori yang masuk ke dalam tubuh, kita cenderung fokus kepada makanan saja, tapi lupa menghitung kalori dari minuman. Ini merupakan kesalahan yang besar karena kopi dan minuman manis lain bisa mengandung kalori hingga 500 kal. Bahkan, kalori di jus buah dan soda bisa menumpuk di dalam tubuh Anda. Apa yang lebih parah adalah kalori dalam minuman tidak memerangi kelaparan, Anda tak akan merasa ingin mengurangi jumlah asupan makanan setelah minum minuman berkalori tinggi.

Kurang air putih
Air putih adalah zat esensial untuk membakar kalori. Jika Anda membiarkan diri dehidrasi, metabolisme tubuh Anda akan berantakan, artinya, tubuh akan kesulitan mengurangi berat badan. Riset mengatakan, orang dewasa yang minum air putih 8 gelas atau lebih per harinya akan membakar kalori lebih banyak ketimbang mereka yang kekurangan air putih. Jadi, cobalah untuk meminum air putih setiap kali Anda makan dan mengemil.

Menghindari produk susu
Susu, keju, dan es krim biasanya menjadi bahan konsumsi yang tabu untuk kebanyakan orang yang sedang diet. Namun, mengurangi produk susu bisa jadi kontraproduktif. Beberapa penelitian mengatakan bahwa tubuh membakar lebih banyak lemak saat ia memiliki kalsium yang cukup dan memproduksi lebih banyak lemak ketika kekurangan kalsium. Suplemen kalsium tidak memberikan efek yang sama dengan kalsium yang berasal dari produk susu. Kebanyakan mereka yang berhasil dalam program diet menggunakan susu, keju, dan yoghurt rendah lemak untuk memenuhi kebutuhan kalsiumnya.

Menimbang setiap hari
Menimbang tubuh setiap hari adalah resep untuk rasa frustrasi dan tidak akan memberikan Anda informasi yang berarti. Lebih baik menimbang setiap seminggu sekali. Jika Anda berencana mengurangi 1-2 kg per minggunya, Anda akan merasa lebih baik saat menimbang tubuh. Hasilnya akan lebih memotivasi diri ketimbang menimbang tubuh setiap hari yang cenderung berubah-ubah.

Mematok gol tidak realistis
Mengatakan kepada diri sendiri bahwa Anda harus menghilangkan 10 kg dalam seminggu pertama adalah sebuah upaya untuk menggagalkan diri. Jika Anda tahu Anda tak akan mampu melakukannya, sekalian saja tidak usah dimulai sejak awal. Jika Anda berdiet dan kehilangan 2,5 kg dalam seminggu, Anda justru hanya akan merasa tidak percaya diri karena tak berhasil mencapai gol Anda. Gol yang realistis amat penting untuk diet yang sukses. Jika Anda tak yakin seberapa banyak bobot yang wajar dan boleh Anda hilangkan, cobalah untuk bicarakan kepada ahli diet.

Menghindari olahraga
Ketika Anda tidak berolahraga, Anda membebankan semua mimpi untuk meluruhkan berat badan pada upaya diet. Jika Anda semakin aktif, Anda bisa mengonsumsi makanan-makanan yang Anda sukai dan tetap kehilangan berat badan. Kuncinya adalah menemukan latihan yang Anda nikmati. Jika Anda tak suka treadmill, coba berenang, balet, bersepeda, ataupun tenis meja. Kegiatan-kegiatan dan aktivitas bergerak ini bisa membakar kalori lebih banyak ketimbang berjalan kaki. Coba lakukan beragam kegiatan aktivitas tubuh yang berbeda hingga Anda menemukan aktivitas yang Anda sukai dan ingin sering dilakukan.

Buku Diet untuk Perempuan Asia

Banyak orang, khususnya perempuan, yang ingin berdiet namun terbentur masalah informasi. Ketika membaca buku-buku tentang diet, informasi yang diberikan ternyata kurang sesuai untuk orang Asia. Dari pemilihan makanan saja, misalnya, kebanyakan contoh menu yang ditawarkan sulit didapatkan di sini. Contoh lain, batasan berat badan sehat untuk orang Asia dan Amerika juga berbeda.

Faktor lain adalah masalah penyampaian yang terlalu ilmiah, sehingga sulit dimengerti.

Berangkat dari hal-hal itulah, PT Nutrifood menyusun sebuah buku tentang diet yang berjudul Sure-You-Can-Do-Diet. Buku ini sesuai dengan gaya hidup orang Asia, karena disusun sendiri oleh Nutrifood Research Center.

"Yang membedakan dengan buku diet yang lain, buku diet inimenggunakan bahasa yang mudah dimengerti, dengan desain dan gambar-gambar yang membuat buku ini enjoyable," tutur Elisa Halim, WRP Brand Manager, saat peluncuran Sure-You-Can-Do-Diet Book di Black Steer Restaurant, Fx, Senayan, Kamis (27/5/2010).

Buku ini memaparkan informasi mengenai nutrisi yang tepat, panduan olahraga yang lengkap dan mudah dilakukan, hingga bagaimana meraih postur tubuh sempurna. Selain itu, terdapat berbagai day by day tips & tricks yang seru.

Dengan demikian, buku yang terdiri atas lima bab ini dapat mengubah paradigma berpikir bahwa program penurunan

Diet Rendah Kalori Lebih Cepat Bikin Langsing

Pintar-pintarlah memilih jenis makanan yang rendah kalori.
Ada satu lagi penelitian yang membuktikan bahwa diet adalah cara terbaik untuk menurunkan berat badan.

Buku Clinical Guidelines on the Identification, Evaluation, and Treatment of Overweight and Obesity in Adults menyatakan bahwa cara terbaik untuk menurunkan berat badan adalah menerapkan diet rendah kalori, sejumlah 800-1.200 Kkal per hari. Pola diet ini terbukti dapat menurunkan berat badan sebanyak 10 persen selama enam bulan. Sementara kecepatan penurunan berat badannya adalah 0,5-1,5 kg per minggu. Fakta ini dipaparkan saat peluncuran buku Sure-You-Can-Do-Diet di Fx Senayan, Jakarta, Kamis (27/5/2010).

Namun, sebelum mulai menerapkan diet dengan model apa pun yang Anda kenal, sebaiknya Anda perlu tahu apa makna diet yang sebenarnya.

"Yang disebut diet itu sebenarnya bukan menurunkan berat badan. Diet itu makanan. Jadi, diet yang dimaksud di sini bagaimana menerapkan pola makan yang lebih sehat," ujar Susana STP MSc PDEng CWN CSN, Head of Nutrifood Research Center Division.

Jadi, jika diet yang Anda lakukan untuk menurunkan berat badan adalah sekadar mengurangi makan (seperti tidak sarapan, atau tidak makan malam), jangan kaget bila yang Anda rasakan hanya rasa lapar yang mendera. "Skip makan itu hanya akan menghambat pembakaran kalori," tukas Susana.

Untuk menurunkan berat badan, yang perlu Anda lakukan adalah mengurangi asupan kalori (didampingi dengan meningkatkan aktivitas fisik atau kombinasi keduanya). Kalori diperoleh dari nutrisi, yaitu karbohidrat, protein, dan lemak. Seperti yang telah disebutkan di atas, batasan yang dianjurkan adalah 800-1.200 Kkal per hari. Anda boleh tetap makan pagi, siang, dan malam, tetapi dengan mengurangi porsinya.

Sebagai contoh, satu sendok nasi putih saja mengandung 24 kalori, nasi uduk 34 kalori, dan nasi goreng 36 kalori. Hitung saja berapa sendok yang boleh Anda konsumsi jika ingin membatasi asupan kalori per hari. Jangan lupa, Anda masih akan menambahkan lauk-pauk dan sayuran ke dalam menu makanan Anda.

7 Sebab Tak Kunjung Langsing

Tak perlu takut makan malam asal bisa menyeimbangkan makanan apa yang masuk dan kegiatan apa yang bisa membakar energi dari makanan tersebut.
Demi tubuh cepat langsing, Anda rela menghapus makanan favorit, juga olahraga sepanjang hari. Yakin akan berhasil? Simak 7 kesalahan upaya penurunan bobot tubuh.

1. Tidak Makan Sama Sekali

Begitu terobsesi dengan diet, melompati jam makan menjadi sebuah kebiasaan baru. Sampai-sampai semua jam makan terlewatkan. Cara ini cukup ampuh menurunkan berat badan. Tapi sayangnya, hal ini malah akan membuat bobot Anda naik. Melompati jam makan membuat sistem metabolisme terganggu. Hasilnya? Anda akan merasa lapar sepanjang hari dan makan lebih banyak. Di samping itu, selain pencernaan terganggu, tubuh Anda menjadi lebih mudah lelah dan tak bergairah karena kekurangan gizi.

2. Makan Banyak dalam Satu Waktu
Ada trik lain selain tak makan sama sekali, yaitu dengan makan yang banyak dalam sekali makan. Pola ini akan membuat tubuh memasok kalori yang lebih besar dan menimbun lemak. Tubuh membutuhkan energi sepanjang hari. Makanan yang Anda makan dengan pola tadi akan mudah dibakar oleh tubuh, jika Anda membaginya dalam tiga waktu makan, dengan porsi yang sama. Lebih efektif jika Anda makan sedikit namun sering dibanding makan banyak hanya satu kali.

3. Percaya Pada Obat Pelangsing

Obat pelangsing mampu menurunkan berat badan secara cepat. Namun perlu Anda ingat, cara mudah ini dapat menimbulkan efek buruk bagi kesehatan, seperti dehidrasi, gagal ginjal dan kerusakan hati, jika dikonsumsi dalam jangka panjang. Obat pelangsing biasanya akan membuat Anda ketagihan. Setelah penggunaan dihentikan, tubuh akan kembali gemuk seperti sediakala atau bahkan lebih. Cara ini tidak dapat diandalkan untuk mendapat tubuh sehat dan ideal secara permanen.

4. Banyak Minum untuk Menghilangkan Lapar
Untuk mendapatkan efek kenyang, kebanyakan orang menyiasatinya dengan minum air putih. Minum air putih sesuai kebutuhan memang baik, namun jika mengkonsumsinya secara berlebihan akan menjadi bumerang untuk diet. Minum banyak sepanjang waktu malah akan memperbesar kapasitas lambung, dan merusak sistem enzim. Kapasitas lambung yang besar akan membuat Anda lebih mudah lapar. Satu buah apel di sore hari bisa menjadi siasat yang baik bagi lambung.

5. Olahraga Berlebihan
Demi menjadi langsing, Anda pun rela mengorbankan waktu dua jam tiap harinya untuk berada di tempat fitnes. Efektifkah? Olahraga yang berlebihan justru membuat Anda kelelahan, di samping dapat membuat otot dan perut cedera. Ingat, tubuh memerlukan istirahat. Untuk menghindari hal ini, pilihlah olahraga tanpa beban, seperti lari-lari kecil, menggerakkan kedua tangan, lompat tali, atau sekadar berjalan kaki selama satu jam. Anda cukup melakukan latihan ini tiga kali seminggu secara rutin.

6. Tidak Makan Daging
Daging mengandung protein dengan kadar asam amino yang paling baik dibandingkan makanan lainnya. Protein merupakan unsur gizi yang sangat penting untuk mengganti sel-sel tubuh yang rusak. Jadi, jangan sampai Anda meninggalkan makanan penting ini. Kekurangan protein menjadi salah satu alasan timbulnya penyakit seperti kanker payudara, kanker usus besar, penyakit jantung, dan osteoporosis. Selipkan seporsi daging pada menu makan siang, bersama dengan nasi dan sayuran. Makanlah sebanyak setengah porsi dari porsi biasa.

7. Menghindari Makanan Favorit
"Bye-bye" kini tak usah lagi Anda ucapkan kepada makanan favorit Anda seperti pizza, cokelat, dan ice cream. Bisa memakan makanan yang Anda sukai dapat memberikan motivasi dan kepuasan batin. Mengidam-idamkan makanan yang tak bisa dimakan malah akan membuat Anda tak bahagia. Tak ada salahnya memberikan hadiah pada lidah seminggu sekali. Diet yang rasional dan tidak terlalu ekstrem adalah kunci sukses mendapatkan tubuh ideal yang bertahan lama.

Musuh Terselubung Diet

Cermat pilih makanan sehat bisa membantu menjaga tubuh tetap sehat.
Bila diet sehat telah dijalani namun penurunan berat badan berjalan pelan, mungkin Anda perlu waspadai "musuh terselubung"nya.

Non Fat vs Non Kalori
Bosan makan buah, sebungkus biskuit dengan logo "low fat" disiapkan untuk menjadi teman Anda sore nanti. Besok, akan ada puding "fat free" dan sekotak cokelat manis "low fat" sebagai pilihan lain. Di benak Anda, makanan dengan logo rendah lemak atau tanpa lemak merupakan teman yang baik bagi tubuh yang sedang berdiet. Pemikiran ini salah.

Jangan tertipu dengan logo pada kemasan, setiap makanan pasti mengandung kalori. Bukan hanya lemak yang harus Anda waspadai, tapi juga kalori. Mulailah membiasakan diri untuk membaca "nutrition fact" yang terdapat di bagian belakang bungkus makanan Anda. Bisa jadi satu bungkus biskuit yang Anda makan mengandung 400 kalori, hampir setara dengan sepiring nasi ayam goreng yang mengandung 600 kalori. Tak ada salahnya untuk mengetahui kandungan apa saja yang masuk ke dalam tubuh Anda setiap harinya. Mengetahui apa yang dibutuhkan tubuh (bukan lidah) adalah kunci sukses diet Anda.

Terjerat Stres

Dalam sehari Anda bisa merasakan lapar berkali-kali namun merasa bersalah saat ingin makan, kemudian timbul perasaan tak nyaman karena mengidamkan makanan, kemudian menjadi kurang bersemangat dan merasa tidak nyaman. Jika ini yang Anda rasakan, bisa jadi Anda telah diliputi stres karena berdiet.

Stres saat diet dapat memicu peningkatan produksi hormon kortisol, sejenis hormon yang berkaitan dengan produksi lemak perut. Sebuah penelitian yang dilakukan di San Fransisco, AS, yang melibatkan 121 relawan menunjukkan, lebih dari 50 persen pelaku diet justru mengalami peningkatan berat badan karena stres saat diet.

Nah, untuk mengalihkan perasaan yang bisa memicu stres, mainkan game kesayangan Anda beberapa menit. Atau sekadar ngobrol dengan teman di kantor juga bisa mengembalikan keceriaan. Intinya, kebahagiaan dan pikiran positif berperan sangat penting dalam keberhasilan diet Anda.

Terpaku Pada Pekerjaan Kantor
Sebuah penelitian menyatakan bahwa berat badan cenderung bertambah saat seseorang mulai bekerja, dan ini kebanyakan terjadi pada mereka yang rutin melakukan aktivitas di dalam ruangan. Pekerjaan yang menumpuk seringkali membuat Anda lupa untuk bergerak. Walau pola diet Anda sudah benar, penumpukan lemak akan tetap terjadi jika tubuh Anda jarang digerakkan.

Tak hanya itu, penelitian yang dilakukan oleh The Clinical Nutrition Research Center The University of Alabama Birmingham menduga bahwa penyejuk ruangan alias AC juga bisa membuat tubuh gemuk. Di ruang tanpa AC, tubuh akan mengeluarkan energi untuk menyesuaikan suhu dengan lingkungan sekitar. Untuk mendapatkan energi itu, tubuh secara otomatis akan membakar lemak. Sedangkan AC malah membuat tubuh manja karena tubuh berada dalam "the thermoneutral zone" atau zona suhu tak lagi mengeluarkan energi untuk beradaptasi. Itu sebabnya kadang ruang ber-AC memicu rasa malas bergerak dan mengantuk. Mulailah manfaatkan waktu istirahat Anda untuk jalan-jalan walau hanya mengunjungi rekan kerja di ruang sebelah.

Fokus pada Tujuan untuk Mencegah Diet "Yo Yo"

Jika tujuan diet kuat, apapun godaannya Anda tak mudah goyah.

Pernahkah Anda mengalami diet yo-yo, yaitu ketika berat badan mudah turun, tetapi kembali naik sesudahnya?


Diet sehat dengan mengatur pola makan dan berolahraga memang penting dilakukan. Namun yang terpenting adalah menetapkan tujuan yang kuat agar Anda tetap fokus dan termotivasi untuk mendapatkan berat badan sehat untuk seterusnya.

Ahli gizi klinis, dr Samuel Oetoro, SpGK, mengatakan bahwa program penurunan berat badan memerlukan waktu panjang. Tujuan yang kuat akan membantu diri untuk terus menjaga motivasi menjalani proses yang panjang tersebut.

"Akan ada banyak gangguan, makan bersama teman di restoran contohnya. Jika motivasi dan niat kuat, dengan memiliki gol yang kuat, Anda tetap bisa menjalankan program dengan memilih makanan yang tepat meski banyak godaan," papar dr Sam, dalam acara WRP Sure You Can Do! Challenge Crowing Night, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Karenanya, kata dr Sam, menetapkan tujuan menjadi langkah awal untuk memulai diet sehat. Tentu saja setiap orang memiliki tujuan diet yang berbeda. Seperti menurunkan berat badan agar pakaian lama tak hanya tersimpan di lemari, namun bisa dikenakan kembali. Atau bagi ibu muda, yang mungkin menggunakan alasan kesehatan sebagai motivasinya. Tujuannya, agar tubuh tetap fit sehingga bisa melihat anak tumbuh dan berkembang, dan menyaksikan keberhasilannya saat dewasa. Apapun tujuan Anda, tetapkan sejak awal sebelum merencanakan atau memilih program diet.

"Dengan memiliki tujuan yang kuat, tidak akan ada yang bisa menghalangi Anda," tegas dr Sam.

Menetapkan tujuan diet tak sekadar untuk meningkatkan motivasi, tetapi juga membantu Anda memilih program yang tepat dan fokus menjalankan program tersebut. Misalnya, jika kesehatan menjadi faktor utamanya, Anda akan fokus menjaga tubuh tetap sehat dan fit, termasuk menghindari obesitas.

"Jika ingin sehat dan melihat anak berhasil puluhan tahun ke depan, artinya tubuh harus terus dijaga dan mencegah obesitas. Segala macam penyakit bisa datang karena obesitas. Dengan memiliki gol kuat seperti ini, tubuh secara konsisten dijaga," tandasnya.

Total Tayangan Halaman

Entri Populer

Translate