Makanan Lokal yang Bikin Kulit Tetap Kencang

Minggu, 08 Agustus 2010

Semangka juga mengandung lycopene, bahan yang membantu menjaga kelembutan kulit.

Matahari semakin sadis memancarkan sinarnya akhir-akhir ini. Sadarkah Anda bahwa paparan sinar matahari tersebut bisa mempercepat proses penuaan kulit kita? Bagaimana jika kita tak cukup rajin melakukan perawatan untuk melindungi kulit? Penampilan tak hanya terlihat lebih tua dari usia sebenarnya, kita juga akan mengalami berbagai kerusakan pada kulit.

Sinar ultraviolet, khususnya UVA, adalah faktor utama yang menyebabkan penuaan dini, karena mampu menembus kulit lebih dalam dan merusak sel-sel kulit yang tak terlihat dari balik kulit Anda yang terbakar. Yang lebih parah, produksi kolagen -protein yang menjaga kekencangan, kelembaban, dan kekenyalan kulit- mulai menurun ketika usia Anda baru 20-an tahun.

Untuk melindungi kulit, sebaiknya Anda tak sekadar merawatnya dari luar, dengan mengenakan produk-produk kosmetika. Rawat juga kulit Anda dari dalam, dengan mengonsumsi berbagai makanan yang akan membuat kulit Anda tetap awet muda. Jangan khawatir, banyak kok makanan lokal yang mampu melakukannya. Berikut di antaranya:

Strawberry, pepaya, brokoli, jeruk. Buah yang jadi favorit anak-anak ini mengandung banyak vitamin C, dan makanan yang kaya vitamin C membantu mengusir garis-garis halus pada wajah dan kekeringan yang diakibatkan penuaan. Inilah hasil penelitian dari American Journal of Clinical Nutrition tahun 2007.

Pengaruh vitamin C dalam menghaluskan kulit kemungkinan disebabkan oleh kamampuannya menghentikan radikal bebas yang dihasilkan oleh sinar ultraviolet, dan juga perannya dalam memproduksi kolagen. Oleh karena itu banyak produk kosmetika yang menggunakan vitamin C dalam formulanya. Tetapi jika Anda bisa mendapatkannya dalam bahan alami seperti strawberry, pepaya, brokoli, paprika merah, dan jeruk, lebih baik bukan?

Tomat, semangka, wortel. Warna merah pada tomat diperoleh dari lycopene, bahan carotenoid yang membantu menjaga kulit tetap lembut. Dalam sebuah studi yang dipublikasikan dalam European Journal of Pharmaceutics and Biopharmaceutics tahun 2008, terlihat bahwa dari 20 orang yang disurvei, mereka yang memiliki konsentrasi lycopene yang lebih tinggi ternyata memiliki kulit yang lebih lembut. Untuk mendapatkan hasil yang sama, tingkatkan asupan lycopene dengan buah dan sayuran segar seperti semangka dan wortel.

Tahu. Tahu dan produk olahan kedelai lain seperti edamame dan susu kedelai, juga membantu melindungi kolagen, karena bahan tersebut kaya isoflavon. Hasil uji coba terhadap tikus yang diterbitkan di Journal of the American College of Nutrition menyebutkan, tikus yang mengonsumsi isoflavon dan terpapar radiasi ultraviolet ternyata mengalami keriput lebih sedikit dan kulit yang lebih lembut daripada tikus yang diekspos pada sinar ultraviolet namun tidak mendapatkan asupan isoflavon. Para peneliti meyakini bahwa isoflavon membantu mencegah kerusakan kolagen pada kulit.

Tuna. Tuna adalah salah satu ikan yang kaya akan asam lemak omega-3, selain salmon, sarden, dan beberapa ikan air tawar lain. Mengonsumsi ikan yang kaya omega-3 seperti ini membantu menjaga kulit tetap kenyal. Kandungan lemak EPA (eicosapentaenoic acid) pada ikan-ikan ini terbukti mampu melindungi kolagen.

Semangka, Efektif Merampingkan Perut

Semangka membantu menghidrasi tubuh.
Coba ingat, buah apa yang manis dan segar sehingga efektif dalam menghilangkan dahaga? Mungkin Anda akan menyebut semangka. Serunya, semangka ternyata memiliki banyak kelebihan yang tak terduga.


Seperti tomat, semangka mengandung lycopene, antioksidan yang membantu melawan penyakit jantung dan mengurangi berbagai tipe kanker, khususnya kanker prostat. Bahkan, menurut USDA Caratenoid Database, kandungan lycopene pada semangka lebih tinggi di antara sayuran dan buah-buahan lain.

Semangka tergolong buah yang bebas lemak, rendah kalori, dan karenanya dianggap sebagai makanan untuk diet yang ideal. Meskipun begitu, buah ini menjadi sumber energi yang baik. Semangka juga bisa menjadi asupan multivitamin. Dengan mengonsumsi dua cangkir semangka saja (yang sudah dipotong-potong), Anda sudah mendapatkan asupan vitamin A, B6, dan C.

Vitamin A, seperti sudah Anda ketahui, baik untuk kesehatan mata. Konsumsi buah ini secara teratur bisa membantu mencegah rabun senja dan mendongkrak kekebalan dengan cara meningkatkan fungsi melawan infeksi dari sel-sel darah putih yang disebut lymphocytes.

Adapun vitamin B6-nya digunakan tubuh untuk memproduksi senyawa kimia pada otak, seperti serotonin, melatonin, dan dopamin. Dalam berbagai penelitian sebelumnya terlihat, senyawa kimia ini membantu tubuh mengatasi kegelisahan dan kepanikan. Vitamin B6 juga berperan dalam mengubah protein menjadi energi.

Adapun vitamin C berfungsi membantu menguatkan sistem kekebalan untuk melawan infeksi dan virus, menyembuhkan luka, mencegah kerusakan sel-sel akibat radikal bebas (yang dapat mempercepat penuaan dan kondisi seperti katarak), serta membantu kesehatan gigi dan gusi.

Dua cangkir semangka juga menjadi sumber potasium, mineral yang diperlukan untuk keseimbangan air dan ditemukan di dalam setiap sel. Potasium juga membantu memelihara kadar elektrolit pada tubuh dan keseimbangan asam-basa, serta membantu menurunkan risiko tekanan darah tinggi. Tak kalah pentingnya, potasium juga membantu fungsi otot dan saraf.

Lalu, bagaimana semangka membantu mengecilkan perut?

Seperti telah disebutkan di awal tulisan, semangka baik untuk menghilangkan dahaga. Buah dengan kombinasi warna hijau, putih, dan merah ini memiliki kandungan air yang tinggi, dan membantu mencegah dehidrasi. Kondisi dehidrasi umumnya menyebabkan tubuh menahan lebih banyak air sehingga menimbulkan pembengkakan dan perut kembung. Pada saat itu, Anda disarankan untuk banyak minum air putih.

Dengan mengonsumsi semangka, Anda membuat tubuh terhidrasi. Ketika tubuh cukup terhidrasi, metabolisme akan meningkat. Nah, metabolisme yang lebih tinggi ini akan membuat lebih banyak kalori yang terbakar per hari. Karena mengandung diuretik alami, semangka juga akan membuat Anda sering buang air kecil. Dengan sendirinya, perut yang membuncit akibat kembung pun akan mengempis.

Selain semangka, ada beberapa jenis makanan lain yang "ramah perut", seperti:

Blueberry

Penelitian terbaru mengaitkan buah yang kaya antioksidan ini dengan pengurangan lemak perut.

Asparagus
Sayuran yang enak dibikin sup ini merupakan diuretik alami yang membantu menghilangkan berat air.

Salmon
Makanan yang kaya lemak omega-3 ini membantu melancarkan pencernaan.

Buah sitrus
Memasukkan perasan buah-buahan sitrus ini ke dalam air minum juga akan melancarkan pencernaan.

Alpukat Jangan Dicampur Keju dan Mayones

Teksturnya yang lunak seperti mentega menunjukkan bahwa buah ini tinggi kandungan lemaknya.

Bahan makanan mana yang masuk ke dalam daftar sehat pasti kita sudah hafal di luar kepala. Ikan salmon, kacang-kacangan, yoghurt, sayuran hijau. Bahkan, semuanya sudah tersimpan di dalam kulkas. Namun, menurut Elizabeth Somer, RD, ahli gizi yang menulis buku 10 Habits That Mess Up a Woman's Diet, kunci makan sehat bukan hanya terletak pada jenisnya, melainkan juga di porsi dan cara memasaknya. Jangan sampai makanan yang seharusnya baik untuk tubuh malah berbalik membahayakan kesehatan karena kita menerapkan aturan yang salah.

Untuk alpukat, buah yang paling enak dibuat jus dan campuran es campur ini, misalnya. Tekstur alpukat yang lunak seperti mentega menyatakan bahwa buah ini tinggi kandungan lemaknya. Namun, jangan khawatir. Lemak alpukat tergolong lemak baik (monounsaturated fatty acid/MUFA) yang sarat antioksidan dan dapat menurunkan kadar lemak jenuh di dalam tubuh.

Penelitian Ohio State University membuktikan, alpukat yang disantap bersama salad dan saus salsa akan membantu penyerapan karetonoid. Karetonoid adalah senyawa yang ada di dalam bahan makanan dan berguna untuk menurunkan risiko sakit jantung dan age-related macular disease (AMD/gangguan penglihatan karena usia), penyebab utama kebutaan pada banyak lansia.

Selain itu, alpukat juga mengandung nutrisi-nutrisi lain, seperti serat larut air, vitamin E, asam folat, dan potasium, demikian kata Somer.

Karena alpukat berlemak dan berkalori cukup tinggi, jangan coba-coba mengonsumsinya bersamaan dengan keju dan mayones. Pasalnya, keju dan mayones berlemak jenuh dan juga berkalori tinggi. Jika ketiganya disatukan, itu sama artinya dengan membiarkan berat badan melambung.

Makan Buah Pun Ada Caranya

Sebutir apel, jeruk, atau markisa, sama dengan seporsi buah. Sedangkan satu porsi anggur takarannya lima butir buah anggur. Sedangkan pepaya atau semangka, satu porsinya sama dengan satu irisan buah.

Manfaat buah akan lebih optimal jika kita mengetahui cara mengonsumsi yang baik, selain memaksimalkan porsinya sebanyak 10 porsi setiap hari. Beberapa hal lain juga perlu diperhatikan, dari cara makan hingga cara mencucinya.

Ahli gizi klinis, dr Samuel Oetoro, SpGK, menjelaskan dalam paparannya saat memperingati Hari Buah Sedunia yang diselenggarakan Buavita dengan tema "Buavita Fruit Hour" di Grand Indonesia, Jakarta, Kamis (1/7/2010).

Makan langsung, diblender, jus segar, atau kemasan?

Biasakan memakan buah langsung dengan mengunyahnya untuk mengambil manfaat seratnya. Memang agak sulit bagi manula atau anak-anak. Jika kondisinya memang tak memungkinkan, pilih cara kedua, yaitu diblender (bukan dijus). Karena pada jus buah yang dikonsumsi hanya air dari buahnya saja, bukan seratnya. Namun, untuk variasi dan memudahkan memenuhi asupan 10 porsi buah setiap hari, jus bisa menjadi kombinasi makan buah yang juga dianjurkan. Sedangkan jus kemasan, menurut dr Samuel, sebaiknya pilih jus kemasan sari buah asli.

"Pilih jus kemasan dengan pengawetan yang memenuhi standar gizi. Penelitian teknologi pangan menemukan pengawetan yang aman dengan UHT, dengan dipanaskan dalam suhu lebih dari 150 derajat celsius, namun prosesnya hanya 1-2 detik. Kerusakan zat buah tetap ada, namun sedikit sekali," jelas dr Samuel.

Makan buah dengan kulit atau bijinya

Kandungan serat dan vitamin tinggi berasal dari seluruh bagian buah. Jadi, makanlah apel dan pir dengan kulitnya. Atau, kunyah juga biji anggur karena kandungan vitamin E-nya tinggi.

"Banyak suplemen yang diambil dari ekstrak biji anggur karena antioksidannya bagus," kata dokter yang berpraktik di Semanggi Specialist Clinic ini.

Lain lagi dengan semangka. Makanlah potongan semangka dengan kulit keras berwarna putih di bagian bawah buah. Kulit ini merupakan buah yang bermanfaat sebagai penambah gairah karena membuka aliran darah.

Pilih buah segar
Manfaat buah akan lebih besar jika dimakan langsung setelah dipetik dari pohonnya. Semakin lama disimpan setelah panen, vitamin dari buah mulai berkurang. Jika Anda membelinya di supermarket, sebaiknya tanyakan sudah berapa lama buah dipajang. Dengan begitu, Anda bisa menakar kesegaran buah tersebut.

Makan buah kapan saja
Tidak ada aturan kapan harus makan buah. Apakah sebelum, sesudah, atau saat makan.

"Makan buah kapan saja, bahkan bisa dimakan sebagai pendamping nasi, seperti lalapan," kata dr Samuel.

Pencernaan manusia tergolong genius, karena saat makan, lambung akan mencerna makanan yang masuk, termasuk buah. Justru buah menjadi makanan bakteri baik yang dibutuhkan tubuh.

Mencuci buah dengan menyiram air hangat
Sebaiknya mencuci buah dengan menyiramnya dan bukan direndam. Namun, pastikan air untuk mencuci buah hangat dan bukan air panas dari dispenser. Air dispenser suhunya 70 derajat celsius. Untuk mencuci buah sebaiknya suhu air 50 derajat celsius agar vitaminnya tidak rusak dengan suhu panas.

Makan 10 porsi sekaligus atau bagi waktunya
Sebisa mungkin makan 10 porsi buah sekaligus dalam satu waktu. Jika belum bisa melakukan itu, bagi porsinya, tiga di pagi hari, tiga di siang hari, dan empat porsi di malam hari. Memakan buah sebelum waktu tidur juga baik. Atau menjadikan buah sebagai kudapan di sela waktu makan utama.

Seperti telah disebutkan di artikel sebelumnya, sebutir apel, pir, jeruk, atau markisa, sama dengan seporsi buah. Sedangkan buah seperti anggur, duku, rambutan, atau strawberry, seporsi takarannya lima butir buah. Sedangkan pepaya, melon, atau semangka, satu porsinya sama dengan satu irisan buah.

10 Buah yang Aman Dikonsumsi Setiap Hari


Pilih buah yang aman dikonsumsi siapa saja, apapun penyakitnya. Semangka, pepaya diantaranya.

Jika setiap hari Anda harus makan 10 porsi buah, berbeda jenis dan warna, lantas bagaimana memilihnya? Apalagi jika Anda menderita penyakit tertentu, seperti diabetes atau masalah lambung (mag). Tak semua buah aman dikonsumsi setiap hari, bukan?

Karena kita tinggal di negara penghasil beragam varietas buah, sebenarnya tak akan sulit memilihnya. Soal harga, pasti tak semahal blueberry, misalnya. Pilihan buah yang aman dikonsumsi setiap orang, apa pun penyakitnya, juga tak sulit menemukannya. Harganya pun murah.

Ahli gizi klinis, dr Samuel Oetoro, SpGK, menyebutkan bahwa 10 porsi buah yang aman dikonsumsi setiap hari adalah apel, pir, jeruk, jambu, anggur, semangka, melon, pepaya, markisa, dan tomat.

"Wortel dan pisang raja juga aman dikonsumsi. Belimbing sesekali boleh, tetapi kurangi untuk penderita penyakit ginjal," papar dr Samuel kepada Kompas Female seusai peringatan Hari Buah Sedunia di Grand Indonesia, Jakarta, Kamis (1/7/2010).

Dr Samuel menjelaskan, beberapa buah memang tak baik dikonsumsi penderita penyakit tertentu. Nangka, durian, pisang, dan nanas yang mengandung glukosa tinggi perlu dihindari penderita diabetes. Penderita mag sebaiknya tidak mengonsumsi pisang ambon, namun aman untuk jenis pisang lainnya, seperti pisang raja. Bahkan, ada buah yang tidak sehat, kata dr Samuel, yakni durian matang yang mengandung kadar alkohol tinggi.

Lalu bagaimana takarannya? Dr Samuel menjelaskan, buah seperti apel atau markisa satu porsi berarti dimakan utuh. Sedangkan satu porsi anggur takarannya lima butir buah anggur. Sedangkan pepaya dan semangka, satu porsinya sama dengan satu potongan irisan, bukan satu buahnya.

Tak sulit bukan menjadikan buah sebagai bagian pola makan setiap hari?

Disiplin Makan Buah agar Tak Lekas Tua


Variasikan konsumsi buah setipa hari, jenis dan warnanya, minimall 5 porsi hingga maksimal 10 porsi buah per hari.

Cobalah menakar kembali konsumsi buah Anda setiap hari. Sudahkah bervariasi, dari jenis, warna, dan porsinya? Bicara porsi idealnya harus 10 porsi buah setiap hari. Jika belum, saatnya melatih diri, membiasakan makan buah mendekati atau persis dengan porsi ideal. Itu jika ingin kulit selalu muda dan segar, serta menunda penuaan datang terlalu dini.

Dokter spesialis gizi klinis, dr Samuel Oetoro, SpGK, menjelaskan bahwa buah-buahan tak hanya merupakan sumber vitamin, namun juga mengandung antioksidan yang tinggi. Kandungan antioksidan didapat dari zat warna buah. Jadi pastikan Anda mengonsumsi buah sesuai porsi ideal, dengan varian jenis dan warna buah agar manfaat antiaging dari antioksidannya semakin optimal.

"Satu zat warna dari buah mengandung antioksidan yang bisa menangkal radikal bebas. Manfaat ini bisa mengatasi berbagai penyakit, termasuk juga membuat kulit lebih segar, cerah, dan tidak keriput. Apalagi jika aktivitas sehari-hari lebih banyak bersentuhan dengan sinar matahari," kata dr Samuel di sela-sela peringatan Hari Buah Sedunia "Buavita Fruit Hour" di Grand Indonesia, Jakarta, Kamis (1/7/2010).

Dengan rutin makan buah, baik buah utuh, dihancurkan (diblender), atau dibuat jus buah setiap hari, 10 porsi, 10 jenis, dan 10 warna buah berbeda setiap hari, asupan antioksidan bisa terpenuhi. Usahakan minimal lima porsi sehari, tambah dr Samuel.

"Semakin banyak makan buah, semakin besar efek antioksidannya. Latih makan buah dari tiga porsi, meningkat ke lima, tujuh, sepuluh porsi setiap hari. Upayakan makan buah yang bervariasi karena jenis buah berlimpah dan murah," tegas dr Samuel. Pisang, semangka, dan pepaya, menurutnya, mudah dan murah didapatkan untuk memenuhi kebutuhan asupan buah setiap hari.



7 Cara Memenuhi Kebutuhan Serat

Jadikan sop buah. Dijamin Anda "nagih" terus.

Sabtu, 7/8/2010 | 23:33 WIB

KOMPAS.com - Anda memutuskan untuk lebih banyak makan sayur dan buah-buahan, agar tubuh lebih sehat sekaligus mencegah sembelit. Sebuah keputusan yang hebat, sayangnya Anda lekas bosan dengan hidangan sayur dan cemilan buah-buahan ini. Bisa jadi hal ini Anda kurang mampu menyajikan hidangan serat ini dengan lebih menarik.

Agar asupan serat Anda memenuhi kuota dalam sehari, coba olah buah dan sayur dengan cara yang berbeda.

1. Siapkan salad buatan sendiri
Saat memesan salad di restoran, kadang-kadang kita kurang suka dengan pilihan sayur atau buahnya. Dengan membuat sendiri, Anda bisa memilih jenis yang Anda suka, sekaligus memilih ragam manfaat vitamin dan mineral dari warnanya. Dengan makan secangkir buah potong, artinya Anda sudah mengonsumsi seporsi buah. Untuk salad sayuran, tambahkan suwiran ayam panggang atau putih telur rebus untuk manfaat proteinnya.

2. Jadikan snack
Saat menonton acara televisi, atau menghabiskan episode serial Sex and the City, biasanya Anda akan ditemani snack. Sekantung keripik kentang atau setoples kaastengels pun langsung habis tanpa terasa. Coba ganti jenis snack ini dengan buah-buahan. Misalnya, 1/4 cangkir anggur, atau 1/4 cangkir lengkeng, duku, atau rambutan, dan kunyah sambil menikmati tontonan di TV. Selain itu, makan juga kulit buahnya, seperti pada apel, jeruk, pir, atau salak. Kulit inilah yang menyediakan serat untuk Anda.

3. Buat celupan
Anda hanya mencelup buah atau sayuran saat menikmati salad di restoran? Coba buat celupan dari salad dressing yang rendah lemak, lalu cocolkan 1/2 cangkir wortel atau sayuran lain. Makan di sela-sela makan siang dan makan malam. Nah, sekarang Anda sudah menambah jumlah asupan serat.

4. Tambahkan kacang-kacangan
Taburkan kacang tanah, kacang mede, kacang kedelai, atau yang impor seperti pecan atau walnuts, ke atas salad yang Anda buat. Kacang-kacangan juga akan menambahkan asupan protein yang Anda butuhkan.

5. Buat jus
Membuat jus buah dan membuang ampasnya memang hanya akan memberikan manfaat vitamin dan mineralnya, tetapi bukan manfaat seratnya. Maka, jika Anda ingin tetap ada asupan serat, minum juga ampas buahnya. Misalnya, jeruk keprok dengan kulit arinya. Saat membuat jus wortel, biasanya Anda akan mengambil sarinya saja. Sesekali, minum juga ampasnya.

6. Tambahkan rasa manis
Tuangkan sedikit madu, sirup maple, atau jus buah pada wortel rebus atau ubi rebus. Anda akan menikmati cita rasa yang sedikit berbeda.

7. Panggang sayurnya
Saat bersantap di rumah makan Jepang, seringkali Anda akan menemukan sajian sayur atau umbi yang dipanggang. Misalnya, paprika, wortel, ubi, edamame, bawang putih, atau bawang bombay. Memanggang sayuran akan menonjolkan rasa manis dari sayuran tersebut. Potong-potong sayuran ini, campurkan dengan minyak canola, taburi dengan garam, lalu sebarkan di atas panci yang sudah dilumasi minyak. Panggang di dalam oven.


DIN

Editor: din

Sumber: Readers Digest

Total Tayangan Halaman

Entri Populer

Translate